Lombok, bimasislam-- Direktorat Pemberdayaan Wakaf sejak hari Kamis (28/8) sampai Sabtu (30/8) menyelenggarakkan Semiloka Peluang Kemitraan Investasi Wakaf di Mataram. Acara yang bertema "Raih Peluang Investasi Kemitraan untuk Kesejahteraan Umat" ini dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Nusa Tenggara Barat M. Usman. Dalam sambutannya Usman menegaskan, "Kunci utama pemberdayaan wakaf itu terletak pada Nazhir". Jangan pernah berharap mendapatkan peluang investasi yang baik bila Nadzirnya tidak profesional dan amanah, imbuhnya.
Yang harus disadari, ingat Kakanwil, wakaf merupakan salah satu potensi ekonomi nasional dan potensi swadaya umat yang besar. Di NTB sendiri, urainya, terdapat 359 tanah wakaf. Sebagian di antaranya masih ada yang belum bersertifikat. Namun yang menjadi persoalan utamanya adalah kualitas Nadzir, yang sebagian besar masih bersifat tradisional dan ditangani secara personal. Semoga dengan acara ini bisa dibenahi secara bertahap dan dimaksimalkan potensi wakaf di NTB ini khususnya, harap Kakanwil.
Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Pemberdayaan Wakaf Ahmad Muhajir Al-Ghadri menjelaskan bahwa potensi ekononi wakaf Indonesia cukup tinggi. Menurut data tahun 2013, jumlahnya mencapai 414.848 lokasi dengan luas 3.993.538.789 M2. Begitu juga di NTB ini, menurutnya. Dengan dana bantuan tiap provinsi sebesar 200 juta yang dimasukkan dalam anggaran Tahun 2015 nanti dan didistribusikan lewat Badan Wakaf Indonesia (BWI), diharapkan bisa menstimulasi pemberdayaan tanah wakaf di NTB, ucapnya. Apalagi, di NTB ini telah berdiri Asosiasi Nadzir.
Acara yang diadakan di Hotel Grand Legi Lombok ini diikuti oleh 50 orang peserta yang datang dari unsur Nadzir, Pengusaha, juga Investor. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memaksimalkan pemberdayaan tanah wakaf dengan mencari gagasan dan peluang investasi, agar tanah wakaf tersebut bisa segera dirasakan manfaatnya bagi kesejahteraan umat, demikian jelas Muhajir saat diskusi waktu istirahat dengan bimas Islam. (edijun/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



