Padang, bimasislam— Pada tanggal 20 September 2016 Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif menetapkan Provinsi Sumatera Barat salah satu kawasan “destinasi wisata halal”. Menyambut hal itu, Plt. Kepala Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Didit P. Santoso menyampaikan kegembiraannya.
“Kami sangat bangga dan bersyukur, serta mengapresiasi hal ini karena daerah kami terpilih sebagai salah satu tujuan (destinasi) wisata halal dari sekian tempat yang ada di Republik ini, ini berarti, menjadikan SumBar sebagai daerah yg wajib di kunjungi wisatawan, domestik maupun mancanegara, khususnya kaum Muslim,” katanya kepada bimasislam.
Oleh karena itu, Didit mendorong pelaku usaha untuk terus melakukan inovasi dan gagasan kreatif mulai dari wisata kuliner halal, restorasi, penginapan hingga objek wisata lainnya.
Hal senada diungkapkan Sekretaris Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Karnelis Kamaruddin yang mengatakan akan terus melakukan terobosan, salah satunya dengan menargetkan sampai akhir tahun 2016, sekitar 20 hotel dan restauran yang akan memenuhi sertifikasi halal.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Urusan Agama Islam & Pembinaan Syariah Kanwil Kemenag Sumatera Barat Damri Tanjung mengatakan, “Dari dulu, sebelum penunjukan ini, kami selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar tentang betapa penting dan perlunya jaminan produk halal.”
Bahkan, dikatakan Damri saat inipun pihaknya tengah giat melaksanakan program “halal goes to school” untuk mengenalkan hal-hal produk halal kepada kalangan pelajar dari tingkat dasar hingga menengah atas. Untuk jenjang perguruan tinggi, hal ini sedang dalam masa penjajakan.
Dalam melaksanakan sosialisasi ini tersebut, Damri menambahkan ia telah menjalin kerja sama dengan LP POM MUI dan BPOM. “Bahkan tidak tertutup kemungkinan, kami akan mencoba meneken Nota Kesepahaman antara Kementerian Agama dengan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata demi kelangsungan program ini,” imbuhnya.
Sementara itu Kasi Produk Halal Kanwil Kemenag Sumatera Barat, Irda Hayati, berharap isi nota kesepahaman yang dibuat memberikan aturan yang rinci terkait petunjuk arah kiblat dan tersedianya sajadah di setiap kamar hotel. Ia juga berharap ada himbauan agar wisatawan menginap di hotel yang telah bersertifikat halal di semua destinasi wisata di tanah Minang itu.
(insankhoirul/heru/foto:rahmaliza.weebly)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



