Jakarta, bimasislam—Berita mengejutkan muncul paha hari Jum’at (30/5) bahwa Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Dr. Anggito Abimanyu, mengajukan surat pengunduran dirinya kepada presiden karena alasan akan menghadapi maslalah hukum. Sejurus dengan itu, presiden SBY menyetujui pengunduran diri Anggito dan pada hari yang sama ditunjuklah Prof. Dr. Abdul Djamil, MA yang saat ini menduduki Dirjen Bimas Islam sebagai pengganti Anggito.
Dalam pantauan bimasislam, menyikapi pengunduran diri Anggito Abimanyu dan santernya pemberitaan media elektronik, khususnya media online, Kementerian Agama yang dipimpin oleh Plt Menag, Agung Laksono, mengadakan rapat mendadak tingkat eleson I dan II. Selesai rapat tersebut, kemudian muncullah berita bahwa Profesor Djamil ditunjuk presiden SBY sebagai Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
Sebelumnya muncul spekulasi yang dilontarkan oleh Irjen Kemenag, M. Jasin, ketika diwawancara media sesaat setelah pemberitaan pengunduran diri Anggito, bahwa pengganti Anggito bisa dari luar, bisa juga dari dalam, seperti Dirjen Bimas Islam. Menurut Jasin, Prof. Djamil pantas menduduki Dirjen Haji karena professional dan memiliki komitmen terhadap upaya pemberantasan korupsi, tegasnya.
Catatan bimasislam menunjukkan bahwa selama menjadi Dirjen Bimas Islam, Prof. Djamil telah banyak melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kinerja dan citra Ditjen Bimas Islam setelah mencuatnya kasus hukum terkait pengadaan Alquran. Dalam beberapa kesempatan Prof. Djamil menyatakan bahwa Bimas Islam harus bangkit dan memperbaiki diri. “Tahun 2012 itu saya sebut sebagai ‘amul khuzni atau tahun kesedihan. Karena itu, tahun 2013 harus menjadi pembuktian Bimas Islam bisa bangkit dari keterpurukan”, tandasnya suatu ketika.
Pada tahun 2013, Bimas Islam terbukti mampu memperbaiki citra dengan tidak ada temuan dari BPK yang serius. Bahkan dalam serapan anggaran tahun 2013, Bimas Islam terbaik ketiga di lingkungan Kementerian Agama setelah Ditjen Katolik dan Hindu. Bukan hanya itu, Bimas Islam telah meraih berbagai prestasi, khususnya dalam bidang tata kelola keungan yang semakin membaik, perencanaan program yang bagus, serta output bidang pengembangan layanan publik berbasis IT, yaitu Sistem Informasi Manajemen Bimas Islam (SIMBI). Dari prestasi di Bimas Islam, maka harapan perbaikan pada penyelenggaraan haji ada di pundak Profesor Djamil. Selamat bekerja pak Djamil. (bieb/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



