Jakarta, Bimas Islam — Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Lubenah mengungkapkan pentingnya validasi dan pembaruan data secara berkala untuk mendukung penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program yang tepat sasaran di lingkungan Ditjen Bimas Islam.
Hal itu disampaikan Lubenah saat menjadi narasumber dalam kegiatan Finalisasi Buku Bimas Islam Dalam Angka Tahun 2024 di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, data memiliki peran strategis sebagai dasar perencanaan, pengendalian, hingga evaluasi program. Karena itu, setiap data yang disajikan harus dipastikan akurat dan diperbarui secara konsisten.
“Data adalah sumber kita untuk melakukan perencanaan, pengendalian, dan pelaksanaan dalam organisasi di Bimas Islam. Apabila data yang diberikan salah, maka semuanya akan salah,” tegasnya.
Ia menekankan dua prinsip utama dalam pengelolaan data, yakni validasi dan pembaruan data secara berkala. "Jangan sekali-kali membuat data sendiri berdasarkan perkiraan. Data itu terus bergerak dan harus terus diperbarui,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Lubenah juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Data dan Informasi Ditjen Bimas Islam atas dedikasi dalam menjaga kualitas data organisasi. Ia menyebut pekerjaan di bidang data sebagai kontribusi penting yang sering kali tidak terlihat, namun sangat menentukan arah kebijakan.
“Tidak semua orang memiliki kemampuan untuk tekun dan teliti. Teman-teman di sini adalah pilihan,” katanya.
Menutup arahannya, Lubenah mendorong agar setiap direktorat memiliki sumber daya manusia yang kompeten di bidang statistik dan pengolahan data agar koordinasi pengelolaan data di lingkungan Ditjen Bimas Islam dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan akurat.
Msk/Mr



