Malang, bimasislam— Selain amanah, pemberdayaan wakaf produktif juga harus dikelola dengan profesional, seperti yang dilakukan oleh nazhir sukses Zawawi Mochtar. Pria berusia berusia 68 tahun yang berdomisili di Jalan Gajayana, Malang, Jawa Timur, itu sukses mengelola wakaf produktif sehingga aset pemberdayaan wakaf produktifnya bisa bertambah hingga tiga milyar rupiah.
Zawawi Mochtar adalah nadzir yang mengelola tanah wakaf dengan membangun ruang rawat inap kelas Very Important Person (VIP) di Rumah Sakit Islam Malang (UNISMA), Jawa Timur. Ruang rawat inap yang didirikan di atas tanah wakaf seluas 20.080 meter persegi itu dibangun dengan bantuan dari Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama pada tahun 2006 sebesar Rp 2 Milyar. Setelah dikelola dengan manajemen dan tenaga profesional, aset ruang rawat inap kelas VIP itu kini sudah mencapai lima milyar rupiah, terdiri dari gedung yang terpisah dari rumah sakit utama, serta seluruh peralatan untuk perawatan pasien.
Saat ini, ruang Rawat Inap VIP tersebut telah mempekerjakan 18 orang dokter spesialis dan umum, juga sejumlah tenaga keperawatan, direksi dan staf, pekarya, security, akunting, hingga cleaning service. Gedung Rawat Inap yang diresmikan oleh Menteri Agama, Maftuh Basyuni, pada 8 September 2007 itu juga secara rutin membagikan bisyarah atau keuntungan pengelolaan wakaf kepada mauquf ‘alaih yang terdiri dari 14 orang guru madrasah diniyah setiap tiga bulan.
Saat bimasislam mengunjungi ruang rawat inap itu pada Jumat (10/04), terlihat gedung rawat inap RS UNISMA tergolong cukup mewah. Kamar yang luas, dengan fasilitas yang sangat memadai membuat pasien akan merasa nyaman dirawat di Ruang VIP Rumah Sakit yang bersebelahan dengan Kampus Universitas Islam Malang itu.
Terkait biaya rawat inap, pengelola menetapkan tarif yang relatif terjangkau, yakni Rp 375.000 untuk tipe Orchid 2, dan Rp 450.000 untuk tipe Orchid 1. Dikarenakan tarif yang terjangkau itulah jumlah pasien yang meminta dirawat di ruang VIP ini membludak, bahkan tak jarang pihak pengelola terpaksa menolak pasien karena ruangan yang sudah penuh. Saat ini jumlah ruang VIP juga tengah diperluas dengan membangun empat kamar baru tipe orchid 1 di sisi kiri gedung dengan nilai investasi lebih dari Rp 1,35 Milyar.
Selain itu, keuntungan dari pengelolaan wakaf prooduktif ini juga tengah digunakan untuk membangun sebuah minimarket dua lantai seluas 300 meter persegi senilai RP 1,3 M yangberjarak sekitar 300 meter dari rumah sakit. (sigit/foto: bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



