Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama mengapresiasi berbagai inovasi yang dikembangkan para nazir dalam mengelola wakaf produktif, termasuk inisiatif proyek strategis senilai Rp1,67 triliun yang diperkenalkan Wakaf Warrior. Inisiatif tersebut dinilai menunjukkan besarnya potensi wakaf untuk mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur, saat menghadiri Diskusi Pengembangan Wakaf Produktif melalui Pemetaan Proyek Strategis yang diselenggarakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Menurut Waryono, forum tersebut menjadi ruang yang memperlihatkan beragam inovasi pengelolaan wakaf produktif yang telah dikembangkan para nazir. Sebagian di antaranya bahkan telah berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Saya sangat mengapresiasi forum ini. Dari paparan para nazir, kita melihat begitu banyak inisiatif dan program-program luar biasa yang sebagian telah berjalan. Saya sendiri banyak belajar dari berbagai inovasi perwakafan yang dikembangkan para nazir," ujarnya.
Waryono mengungkapkan, para nazir tidak dapat bekerja sendiri dalam mengembangkan wakaf produktif. Karena itu, kementerian, lembaga keuangan syariah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus bersinergi memperkuat ekosistem perwakafan nasional.
"Kementerian, lembaga pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan syariah, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan wajib membersamai para nazir. Wakaf memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan nasional. Karena itu, kita harus memastikan agar kiprah wakaf benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan menghadirkan maslahat yang semakin luas," tegasnya.
Wakaf Warrior adalah gerakan sosial dan lembaga nazir wakaf uang resmi (teregistrasi di Badan Wakaf Indonesia No. 3.3.00335) yang berfokus membangun peradaban wakaf produktif berbasis wirausaha dan pemberdayaan UMKM di Indonesia. Lembaga ini aktif mengelola program seperti Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) bekerja sama dengan bank syariah.
Dalam forum tersebut, Wakaf Warrior memperkenalkan Productive Waqf Development Initiative yang mencakup tiga klaster proyek strategis dengan estimasi nilai pengembangan mencapai Rp1,67 triliun.
Klaster pertama berfokus pada ketahanan pangan melalui pengembangan kawasan peternakan terpadu yang terintegrasi dengan Rumah Potong Hewan (RPH) Halal Modern sebagai pengembangan program yang telah dijalankan melalui skema CWLD.
Klaster kedua menyasar sektor kesehatan melalui pembangunan klinik dan rumah sakit wakaf di Batam dan Padang dengan dukungan pembiayaan melalui Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS), CWLD, serta kemitraan dengan investor.
Sementara itu, klaster ketiga bergerak di bidang energi baru terbarukan melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Sumbawa yang sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 dan agenda transisi energi nasional.
Founder Wakaf Warrior, Herri Setiawan, mengatakan Indonesia memiliki potensi wakaf yang besar. Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini adalah membangun proyek-proyek strategis melalui kolaborasi agar wakaf dapat menjadi instrumen pembangunan yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus dampak sosial secara berkelanjutan.
"Indonesia tidak kekurangan potensi wakaf. Yang kita butuhkan adalah keberanian membangun proyek-proyek strategis melalui kolaborasi. Kehadiran LP2BW menjadi momentum untuk mempercepat transformasi wakaf sebagai salah satu pilar pembangunan nasional," ujarnya.
Forum yang dihadiri perwakilan Kementerian Keuangan, KNEKS, Dewan Ekonomi Syariah Bank Indonesia, Bappenas, Kementerian Agama, dan berbagai lembaga nazir tersebut juga membahas pengembangan Lembaga Pembiayaan Pembangunan Berbasis Wakaf (LP2BW) atau Indonesia Sharia Economic Development Fund (ISEDF). Kehadiran lembaga itu diharapkan menjadi katalis yang menghubungkan proyek-proyek wakaf produktif dengan pembiayaan, investasi, dan kolaborasi lintas sektor sehingga manfaat wakaf dapat berkembang dalam skala yang lebih luas.
Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Lantik Pejabat Eselon II Ditjen Pesantren, Menag: Perhatikan Masa Depan Santri dan 42 Ribu Pesantren
Jakarta, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar hari ini melantik lima pejabat eselon II Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama. Pelantikan…



