Tangerang Selatan, Bimas Islam — Kementerian Agama bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar kegiatan BAZNAS Collaborative Leadership 2026 sebagai forum strategis untuk menyatukan visi dan arah kebijakan pengelolaan zakat nasional. Kegiatan ini digelar Ditjen Bimas Islam di Tangerang Selatan, Selasa (21/4/2026).
Forum ini menjadi bagian dari konsolidasi pimpinan BAZNAS masa kerja 2026–2031 dalam merespons tantangan pengentasan kemiskinan di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin per September 2024 mencapai 24,06 juta orang.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan zakat. Ia menyebut, kolaborasi bukan sekadar kerja sama, melainkan memiliki sistem, arah, dan asas yang jelas serta berdimensi strategis.
“Jika kita berbicara tentang zakat, khususnya BAZNAS, maka ini adalah wadah untuk mengelola seluruh sumber daya umat yang ada di Indonesia. BAZNAS tidak hanya identik dengan zakat semata, tetapi juga mencakup berbagai instrumen filantropi Islam lainnya,” ujar Menag.
Ia menambahkan, zakat tidak hanya berdimensi ibadah, tetapi juga memiliki makna sosial yang kuat. “Jika zakat tidak ditunaikan, maka sebenarnya ada hak orang lain di dalam harta kita. Zakat itu bermakna pembersihan dan penyucian. Seperti kain yang harus dipotong dan dijahit agar menjadi pakaian, demikian juga harta kita harus disisihkan sebagian agar menjadi bersih dan bermanfaat,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Waryono Abdul Ghofur melaporkan bahwa kegiatan ini berlangsung pada Selasa hingga Kamis, (21-23/4/2026). Kegiatan ini melibatkan Pusbangkom dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan para pimpinan BAZNAS dari berbagai level.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan pimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” jelas Waryono.
Ia menambahkan, kegiatan ini berfokus pada peningkatan tata kelola ZIS dan DSKL yang profesional, transparan, dan akuntabel, penguatan inovasi dalam pengelolaan zakat, serta pengembangan sinergi lintas sektor.
Selain itu, forum ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang visioner dalam mendukung pemberdayaan umat secara berkelanjutan. "Semoga kegiatan ini dapat berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



