Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama membuka Program Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) yang berkolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Program yang telah dibuka pada 24 Agustus 2026 ini memanfaatkan dana zakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari keluarga kurang mampu.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur, mengatakan, zakat memiliki potensi besar untuk memberikan dampak jangka panjang bagi kehidupan mustahik. Salah satunya melalui pemberian akses pendidikan.
“Zakat tidak hanya dapat menjawab kebutuhan mustahik hari ini, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan untuk membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Melalui pendidikan, zakat dapat membantu melahirkan generasi yang memiliki ilmu, kompetensi, kemandirian, dan kemampuan untuk memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Waryono, Selasa (1/9/2026).
Menurut Waryono, beasiswa pendidikan merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang strategis karena manfaatnya tidak berhenti pada penerima. Peningkatan kapasitas mustahik melalui pendidikan diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi keluarga, masyarakat, hingga pembangunan bangsa.
Pandangan tersebut sejalan dengan perhatian Menteri Agama Nasaruddin Umar terhadap pemanfaatan zakat untuk pendidikan. Menurut Menag, penguatan program beasiswa bagi mustahik merupakan salah satu upaya memutus rantai kemiskinan.
“Kita ingin memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak bangsa untuk mengembangkan potensi dan melanjutkan pendidikan tinggi. Di sinilah zakat hadir bukan sekadar sebagai bantuan, tetapi sebagai bagian dari ikhtiar membangun manusia yang berkualitas,” kata Waryono.
BeZakat telah dimulai pada 2025 dan kembali dilanjutkan pada 2026. Program ini ditujukan bagi lulusan pendidikan menengah yang ingin melanjutkan pendidikan jenjang Strata Satu (S1) di perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) yang menjadi mitra program.
BeZakat 2026 diutamakan bagi mustahik dari asnaf fakir dan miskin serta mustahik berprestasi dari asnaf fi sabilillah. Selain prestasi akademik, program ini memberi perhatian kepada calon penerima yang aktif dalam organisasi, dakwah keagamaan, dan kegiatan sosial.
Program studi yang tersedia mencakup sejumlah bidang strategis, antara lain sains dan teknik, kesehatan, pertanian, ekonomi, hukum dan sosial, serta zakat dan wakaf. Program diarahkan pada program studi yang terakreditasi A atau Unggul.
Waryono mengatakan perluasan akses pendidikan bagi mustahik sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional. Arah tersebut juga mendukung semangat pembangunan SDM dalam Asta Cita dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas.
Pembukaan BeZakat 2026 berlangsung dalam momentum Blissful Mawlid 1448 H pada Senin, 24 Agustus 2026. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Rasulullah saw. dapat diwujudkan melalui kerja-kerja yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Momentum Maulid Nabi menjadi pengingat bagi kita bahwa kecintaan kepada Rasulullah saw. perlu diwujudkan dalam kebermanfaatan. Salah satunya dengan memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan kelak memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Waryono.
Ia mengatakan pengelolaan zakat perlu diarahkan agar semakin tepat sasaran, produktif, dan berdampak, dengan tetap memperhatikan prinsip pemerataan, keadilan, dan kewilayahan dalam pendistribusian dan pendayagunaan zakat.
Waryono berharap penerima BeZakat tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi mampu menjadi generasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapannya, penerima BeZakat bukan hanya mendapatkan kesempatan kuliah. Mereka juga tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, dan mampu mengubah kesempatan yang mereka terima menjadi manfaat bagi orang lain,” katanya.
Pendaftaran BeZakat 2026
Pendaftaran BeZakat 2026 dibuka pada 24 Agustus hingga 7 September 2026. Calon peserta mendaftar secara daring dengan melengkapi data dan dokumen persyaratan melalui sistem pendaftaran Beasiswa Kementerian Agama.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui https://pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id/login.
Seleksi meliputi seleksi administrasi, wawancara potensi diri, ruhiah dan akademik, serta wawancara komitmen dan kepribadian bersama orang tua atau wali. Verifikasi faktual dilakukan apabila diperlukan.
Seleksi administrasi berlangsung pada 8–15 September 2026. Tahapan wawancara dan seleksi berikutnya dilaksanakan hingga pengumuman kelulusan pada 18 November 2026. Orientasi calon penerima beasiswa dijadwalkan pada Desember 2026.
Melalui BeZakat, Kementerian Agama bersama LAZ berupaya menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan. Dana zakat diharapkan membuka akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dan melahirkan sumber daya manusia yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi umat dan bangsa.
Yazed/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Lantik Pejabat Eselon II Ditjen Pesantren, Menag: Perhatikan Masa Depan Santri dan 42 Ribu Pesantren
Jakarta, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar hari ini melantik lima pejabat eselon II Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama. Pelantikan…



