Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama bersama lembaga amil zakat (LAZ) menyalurkan bantuan untuk Musala Al Fajri yang terdampak kebakaran di Jalan Kemayoran Gempol, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Kebakaran yang terjadi pada 2 Juni 2026 itu menghanguskan sejumlah rumah warga dan menyebabkan musala mengalami kerusakan sedang.
LAZ yang terlibat dalam penyerahan bantuan tersebut adalah DT Peduli, YBM BRIlian, dan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI).
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menyampaikan keprihatinannya kepada warga yang terdampak. Ia berharap masyarakat segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
"Kami turut prihatin terutama kepada warga yang terdampak. Semoga warga bisa segera pulih dan dapat menjalankan aktivitas secara normal. Selanjutnya, kami mengunjungi musala yang terdampak peristiwa kebakaran untuk menyerahkan bantuan agar musala ini bisa berfungsi kembali secara normal, baik untuk ibadah maupun sosial," ujar Abu Rokhmad saat mengunjungi lokasi kebakaran, Rabu (17/6/2026).
Menurut Abu, bantuan yang diberikan diharapkan dapat mempercepat pemulihan fungsi Musala Al Fajri sebagai pusat ibadah dan kegiatan sosial masyarakat. Ia juga mengapresiasi peran LAZ yang terus bergerak membantu warga terdampak kebakaran.
"Kami mengapresiasi seluruh jajaran LAZ, terutama yang hari ini secara simbolik menyerahkan bantuan, IZI. Harapannya, musala ini segera selesai renovasinya, termasuk sarana dan prasarananya," katanya.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, mengatakan, bantuan bagi penyintas kebakaran terus disalurkan sejak peristiwa tersebut terjadi. Berbagai lembaga filantropi turut terlibat dalam upaya membantu warga yang terdampak.
"Dari laporan yang kami terima, tidak ada korban jiwa, tapi efeknya luar biasa. Sehingga beberapa lembaga filantropi seperti DT Peduli, YBM BRIlian, dan sekarang ada IZI terus bergerak memberikan bantuan-bantuan yang mudah-mudahan bisa meringankan warga sekitar," ujarnya.
Ia menambahkan, Kementerian Agama dan LAZ akan terus bersinergi dalam mendampingi masyarakat, termasuk mendukung renovasi Musala Al Fajri agar dapat kembali dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah dan sosial.
"Komunikasi berjalan baik dan cepat dalam rangka konsolidasi. Hadirnya lembaga zakat, musala ini bisa berjalan sebagaimana mestinya, kembali berjamaahnya. Kemenag bersama LAZ akan terus mengupayakan yang terbaik untuk membangun sinergi, terutama pendampingan masyarakat," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama IZI, Wildan Dewayana, menjelaskan, bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa dana, tetapi juga perlengkapan ibadah dan kebutuhan operasional musala. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Ketua DKM Musala Al Fajri.
"Kami menyalurkan bantuan dari para donatur yang secara simbolis akan diserahkan termasuk Al-Qur'an, sound system, alat salat, karpet, cat, dan kebutuhan operasional lainnya. Mudah-mudahan ke depan kita bisa terus mengerjakan kolaborasi-kolaborasi kebaikan," katanya.
Bantuan yang diberikan meliputi Al-Qur'an, sound system, perlengkapan salat, karpet, cat, serta kebutuhan operasional lainnya untuk mendukung percepatan pemulihan musala.
Kolaborasi Kementerian Agama dan LAZ ini menjadi wujud semangat gotong royong dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah. Melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, berbagai bantuan dapat disalurkan untuk mendukung pemulihan warga sekaligus memperkuat layanan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat.
Mwr/Mr



