Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama bersama Masjid Istiqlal mematangkan persiapan pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah tingkat kenegaraan. Persiapan mencakup layanan jemaah, pengamanan VVIP, protokoler, dan teknis pelaksanaan ibadah.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi akhir penyelenggaraan Salat Iduladha tingkat kenegaraan, Senin (25/5/2026). Rapat melibatkan unsur Kementerian Agama, pengelola Masjid Istiqlal, Paspampres, TNI-Polri, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Luar Negeri, serta media penyiaran nasional.
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis Muhammad Hanafi, mengatakan, rapat itu menjadi tahap akhir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan khidmat.
“Ini adalah checking terakhir yang tentu sudah melalui rapat-rapat panjang sebelumnya. Kita ingin memastikan kesiapan menghadapi penyelenggaraan Salat Iduladha tingkat kenegaraan agar berjalan lancar, aman, dan sesuai harapan bersama,” ujar Muchlis.
Menurut Muchlis, Menteri Agama Nasaruddin Umar memberi perhatian pada pelaksanaan ibadah yang mengutamakan kekhidmatan, kenyamanan jemaah, dan penghormatan terhadap masjid sebagai rumah ibadah.
Pengamanan dan Pengaturan Jemaah
Muchlis menjelaskan, pola pelaksanaan Salat Iduladha tahun ini tidak jauh berbeda dengan penyelenggaraan Salat Idulfitri sebelumnya di Masjid Istiqlal. Namun, jumlah jemaah diperkirakan meningkat karena masyarakat tidak banyak melakukan perjalanan mudik saat Iduladha.
Ia mengatakan, pelaksanaan Salat Iduladha di Masjid Istiqlal memiliki karakter khusus karena memadukan agenda keagamaan dan kenegaraan. "Masjid Istiqlal menjadi ruang bersama antara kegiatan kenegaraan dan keumatan. Karena itu diperlukan penanganan khusus, terutama terkait pengaturan saf, pengamanan VVIP, dan kenyamanan jemaah,” katanya.
Panitia menyiapkan pengaturan khusus bagi Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarga, para duta besar negara sahabat, pimpinan lembaga negara, menteri, dan tokoh masyarakat yang akan hadir.
Pengamanan dilakukan melalui sistem berlapis dengan pembagian ring pengamanan serta sterilisasi area masjid sebelum pelaksanaan salat. Jalur masuk jemaah, tamu negara, dan pejabat tinggi dipisahkan untuk menjaga ketertiban dan keamanan.
Panitia juga menyiapkan metal detector, pengaturan area parkir, serta sterilisasi sejumlah titik di kawasan masjid untuk mengantisipasi penumpukan jemaah.
Dukungan Lintas Instansi
Dalam rapat tersebut, berbagai instansi menyampaikan kesiapan dukungan masing-masing. Kementerian Luar Negeri melaporkan sedikitnya 12 duta besar dan perwakilan negara sahabat telah terdaftar menghadiri Salat Iduladha tingkat kenegaraan.
TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Pemadam Kebakaran, hingga PLN juga menyatakan kesiapan mendukung kelancaran kegiatan. TVRI dan RRI akan menyiarkan langsung pelaksanaan Salat Iduladha tingkat kenegaraan dari Masjid Istiqlal.
Muchlis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia mengatakan kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran dan kenyamanan pelaksanaan ibadah.
Ia juga mengumumkan, khatib Salat Iduladha 1447 H ialah Rektor UIN Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis, dengan tema khotbah “Meneguhkan Spirit Qurban; Merawat Alam dan Kemanusiaan”. Imam Salat Iduladha dipercayakan kepada H.M. Anshoruddin Ibrahim, sedangkan Muzakkir Abdurahman dari Masjid Istiqlal bertugas sebagai badal imam.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



