Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama (Kemenag) menyambangi Penerbit Reneturos Group di Jakarta, Rabu (28/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk menjajaki potensi kerja sama dalam peningkatan literasi keagamaan umat Islam di Indonesia.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan, literasi keagamaan masih menjadi tantangan serius di tengah rendahnya minat baca masyarakat.
“Beberapa survei lembaga internasional menunjukkan minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Ini menjadi tantangan tersendiri di era digital, ketika masyarakat lebih tertarik menonton film atau video pendek di media sosial,” ujar Arsad.
Arsad menjelaskan, Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah memiliki mandat mendorong literasi keagamaan melalui pengembangan platform perpustakaan digital serta pembinaan perpustakaan khusus di rumah ibadah, seperti masjid dan musala.
Ia berharap kunjungan tersebut berlanjut pada kerja sama konkret, baik dalam bentuk program literasi maupun penyediaan buku-buku keagamaan yang berkualitas.
Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, itu juga mengapresiasi peran Reneturos Group dalam menerbitkan ulang dan menerjemahkan karya-karya ulama klasik (turats) dengan pendekatan yang relevan bagi pembaca masa kini.
“Banyak karya ulama klasik yang tetap relevan dengan kondisi kekinian, seperti Al-Hikam karya Ibnu ‘Atha’illah as-Sakandari, serta karya-karya Al-Farabi, Imam Al-Ghazali, dan Ibnu Sina,” katanya.
Sementara itu, Manajer Reneturos Group, Farobi, menyampaikan adanya tren peningkatan minat baca di kalangan generasi Z. Menurutnya, hal ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan literasi nasional.
“Berdasarkan laporan Tempo tahun 2025, generasi Z menjadi kutu buku baru di Indonesia. Tren ini sejalan dengan tingginya penjualan buku cetak, termasuk buku terbitan Reneturos,” ujarnya.
Farobi menambahkan, Reneturos Group telah menerbitkan sekitar 400 judul buku dan siap berkolaborasi dengan Ditjen Bimas Islam dalam berbagai program literasi keagamaan.
“Kami juga berencana menghadirkan Reneturos Corner di masjid-masjid berupa pojok baca buku terbitan kami. Semoga upaya ini mendukung misi menerbitkan 100.000 judul buku pada 2045,” jelasnya.
Kepala Subdirektorat Kepustakaan Islam Nur Rahmawati menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan penerbit dalam memperkuat literasi keislaman masyarakat. “Kolaborasi dengan penerbit menjadi langkah strategis untuk memperkaya khazanah keilmuan Islam. Melalui buku-buku berkualitas, masyarakat dapat mengakses pengetahuan Islam dan kebudayaan secara lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Insan-Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



