Tangerang, Bimas Islam — Penguatan kualitas sumber daya manusia yang beriman dan berintegritas menjadi kontribusi utama Kementerian Agama dalam menopang transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas. Hal ini disampaikan Direktur Strategi Anggaran dan Belanja Negara Kementerian Keuangan Wahyu Utomo dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama di Tangerang.
“Peran Kementerian Agama sangat strategis dalam mencetak human capital yang unggul, berdaya saing, adaptif terhadap teknologi, tetapi tetap beriman, bertakwa, dan berintegritas tinggi,” ujar Wahyu Utomo, Selasa (16/12/2025).
Wahyu menjelaskan bahwa transformasi ekonomi nasional membutuhkan terobosan dan tidak dapat dijalankan dengan pendekatan kerja biasa. Ia menyampaikan bahwa pembangunan ekonomi harus ditopang oleh kualitas manusia dan reformasi kelembagaan. “Transformasi membutuhkan human capital, physical capital, dan institutional reform agar pertumbuhan ekonomi dapat bergerak lebih cepat dan berkelanjutan,” kata Wahyu Utomo.
Ia menambahkan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas ekonomi dan teknologi. Menurutnya, nilai iman, takwa, dan integritas menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. “Agama memiliki peran dalam membentuk karakter dan etika, sehingga pembangunan berjalan seimbang antara kemajuan dan moral,” ujarnya.
Selain itu, Wahyu menyampaikan bahwa Kementerian Agama berperan dalam menjaga kerukunan dan harmoni sosial sebagai modal sosial pembangunan. Persatuan masyarakat dinilai menjadi energi penting dalam mendukung agenda transformasi nasional. “Kerukunan dan stabilitas sosial menjadi kekuatan untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan,” katanya.
Dalam paparannya, Wahyu juga menyebut bahwa pada 2026 Kementerian Agama masuk dalam 10 besar kementerian dengan alokasi anggaran terbesar, yakni sekitar Rp88,9 triliun. Ia berharap pemanfaatan anggaran tersebut dikelola secara efisien dan tepat sasaran. “Anggaran harus digunakan lebih cepat, lebih baik, dan lebih efisien agar memberi kemanfaatan nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
(kemenag.go.id)


