Jakarta, Bimas Islam— Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng TNI Angkatan Laut dalam kegiatan Silaturahmi Aktivis Remaja Masjid Indonesia (ARMI) 2025 di Jakarta, Sabtu (1/11/25). Kegiatan tersebut bertujuan membina remaja masjid agar memiliki mental sehat, tangguh, dan berakhlak
Laksamana TNI AL Harun Arrasyid, mengatakan, mental sehat mencakup kesadaran diri, optimisme, ketekunan, dan keberanian menghadapi tantangan. “Seorang pemuda yang kuat secara mental lebih dicintai Allah dibandingkan yang lemah,” ujarnya di hadapan 70 peserta remaja masjid dari seluruh provinsi.
Harun menekankan bahwa pemuda masjid harus menjadi generasi penerus umat dan bangsa yang meneguhkan moralitas serta spiritualitas. “Kekuatan bangsa berawal dari iman dan akhlak para remaja. Tanpa kedua hal ini, kemajuan bangsa sulit tercapai,” kata Harun.
Selain fokus pada spiritualitas, pemuda masjid diharapkan berperan aktif secara sosial. Mereka diminta menjadi agen perubahan di komunitas masing-masing, menebarkan kebaikan, dan meningkatkan kualitas moral di lingkungannya. “Adik-adik harus menjadi duta kebaikan di provinsi dan daerah masing-masing,” tegasnya.
Harun juga menekankan pentingnya sabar, optimis, dan tidak mudah menyerah sebagai ciri pemuda bermental sehat. “Sabar yang tulus akan meningkatkan derajat seseorang. Optimisme dan keberanian menghadapi tantangan adalah fondasi mental yang kokoh,” jelasnya.
Ilmu, iman, dan akhlak, lanjutnya, harus bersatu dalam diri seorang pemuda. Keseimbangan antara pengetahuan, spiritualitas, dan moral membentuk karakter yang tangguh. “Anak muda yang cerdas sekaligus berakhlak mulia mampu menghadapi tekanan hidup dan ujian zaman,” ujarnya.
Harun juga membahas tantangan modern, seperti pergaulan bebas dan kehidupan hedonis, yang dapat melemahkan moral remaja. Mental sehat yang terbangun membuat pemuda tetap fokus pada pembangunan diri dan kontribusi bagi masyarakat.
Ia menekankan keberkahan yang lahir dari amal, iman, dan pengabdian. “Berkah adalah tambahan kebaikan yang terus-menerus diberikan Allah. Remaja masjid yang menjadi pengurus rumah Allah akan mendapatkan keberkahan itu,” paparnya.
Lebih jauh, Harun mengingatkan bahwa materi bukan ukuran kebahagiaan. “Orang terkaya sekalipun bisa tidak bahagia jika hidupnya kosong secara spiritual. Kebahagiaan sejati lahir dari iman, akhlak, dan pelayanan kepada Allah serta sesama,” jelasnya.
Remaja masjid diharapkan menjadi teladan, menjaga moral, dan meningkatkan spiritualitas kolektif. Pemuda yang bermental sehat tidak mudah terpengaruh tekanan sosial, tetap sabar menghadapi rintangan, dan memiliki visi hidup yang jelas.
Harun menutup paparan dengan dorongan agar peserta terus meneguhkan iman, menjaga akhlak, dan mengembangkan mental yang sehat. “Generasi tangguh akan menjadi penopang kemajuan bangsa. Pemuda masjid adalah ujung tombak perubahan menuju masyarakat beradab,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan, pembinaan remaja masjid harus menyentuh aspek spiritual, mental, dan sosial secara terpadu. Ia menjelaskan, kegiatan seperti ARMI bertujuan membekali generasi muda dengan karakter kuat, kreativitas, dan kepemimpinan yang positif.
“Remaja masjid tidak hanya hadir dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga harus mampu menjadi teladan, menyebarkan kebaikan, dan memotivasi teman-temannya untuk mengembangkan potensi positif di masyarakat,” ujar Arsad.
Lebih lanjut, Arsad menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan komunitas lokal untuk mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, mental tangguh, dan berdaya saing. “Kami berharap setiap program yang dilaksanakan dapat membekali remaja dengan wawasan kebangsaan, kemandirian, serta kesadaran beragama yang moderat dan inklusif,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Ditjen Bimas Islam Kemenag membina remaja masjid agar tidak hanya religius secara spiritual, tetapi juga tangguh mental, cerdas sosial, dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
An/Mr



