Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama mendorong para Penyuluh Agama Islam di seluruh Indonesia untuk mengaktifkan berbagai program pembinaan umat, mulai dari Gerakan Fasholatan hingga layanan Masjid Ramah Pemudik. Langkah ini diharapkan memperkuat peran penyuluh sebagai penggerak kehidupan keagamaan sekaligus menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan, penyuluh agama memiliki posisi strategis dalam membimbing umat. Ia menyebut penyuluh sebagai “suluh” atau penerang yang membantu masyarakat memahami dan menjalankan ajaran agama secara benar.
“Penyuluh itu seperti suluh atau lampu penerang. Dengan kehadiran Bapak dan Ibu, keadaan yang sebelumnya gelap menjadi terang, yang sebelumnya belum jelas menjadi jelas,” ujar Abu saat memberikan arahan pada Gerakan Nasional 100 ribu Khatmil Qur’an yang digelar Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), Rabu (11/3/2026) secara virtual.
Menurutnya, peran penyuluh tidak hanya sebatas menjalankan tugas administratif sebagaimana diatur dalam regulasi. Lebih dari itu, penyuluh juga menjalankan fungsi dakwah yang selama ini dilakukan para ulama, seperti membimbing masyarakat dalam memahami Al-Qur’an, memperbaiki praktik ibadah, serta memperkuat kehidupan keagamaan di tengah umat.
Abu juga mengingatkan pentingnya penguatan Gerakan Fasholatan, yaitu pembinaan masyarakat agar mampu melaksanakan salat dengan baik dan benar. Program ini dinilai penting karena salat merupakan fondasi utama dalam kehidupan beragama.
“Kita ingin memastikan umat Islam memahami dan mampu melaksanakan salat dengan benar, baik bacaan maupun gerakannya. Jika masih ada masyarakat yang belum bisa salat dengan baik sementara kita ada di tengah mereka, maka itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengajak para penyuluh berperan aktif dalam program Masjid Ramah Pemudik menjelang arus mudik. Penyuluh diharapkan berkoordinasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) serta Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota untuk menyiapkan layanan bagi para musafir yang singgah di masjid.
Menurutnya, kehadiran penyuluh di masjid-masjid jalur mudik dapat memberikan pelayanan keagamaan sekaligus membantu para pemudik beristirahat dan melaksanakan ibadah dengan nyaman. Layanan tersebut dapat dilakukan melalui pengaturan jadwal piket penyuluh di masjid yang dilalui jalur pemudik.
Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam,.Muchlis Hanafi, menjelaskan, Gerakan Nasional Khatmil Qur’an merupakan ikhtiar spiritual para penyuluh agama untuk menghidupkan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Ia memaparkan, Penyuluh Agama Islam di Indonesia saat ini berjumlah sekitar 24.831 orang, terdiri atas 19.423 penyuluh PPPK, 1.369 CPNS, dan 4.034 PNS. Dengan jumlah tersebut, penyuluh memiliki jangkauan pembinaan yang luas melalui majelis taklim, kelompok pengajian, dan komunitas masyarakat di berbagai daerah.
Muchlis menambahkan, para penyuluh tidak hanya bertugas menyampaikan ceramah keagamaan, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan beragama, mulai dari pembelajaran baca Al-Qur’an hingga pembinaan praktik ibadah sehari-hari.
Menurutnya, kehadiran penyuluh yang aktif dan terukur akan memberikan dampak nyata bagi kehidupan keagamaan masyarakat, terutama dalam meningkatkan pemahaman dan praktik ibadah yang benar.
“Kami berharap, berbagai gerakan pembinaan umat yang dicanangkan Kementerian Agama dapat terus diperkuat melalui kolaborasi antara penyuluh agama, KUA, serta masyarakat sehingga nilai-nilai keagamaan semakin hidup dan memberi manfaat luas bagi umat,” tandasnya.
Gerakan Nasional 100.000 Khatmil Qur’an yang digelar IPARI ini berhasil melampaui target. Hingga puncak kegiatan, tercatat 373.976 kali khataman Al-Qur’an yang dilakukan para penyuluh agama bersama masyarakat binaannya di berbagai daerah.
An/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



