Jakarta, bimasislam—Untuk yang ke delapan kalinya, Musabaqah Hifdzul Quran dan Hadits (MHQH) Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Ibnu Suud bekerja sama dengan Kementerian Agama diselenggarakan mulai tanggal 28-31 Maret, Hotel Balairung, Jakarta (29). Kegiatan ini rutin diadakan dalam rangka meningkatkan kecintaan umat Islam terhadap Al-Quran dan Hadits, serta mencari bibit-bibit unggul dari lembaga pendidikan Islam di Indoensia, khususnya pesantren tahfidz Al-Quran dan Al-Hadits.
Berdasarkan laporan panitia, jumlah peserta MHQH Ke-8 tersebut setelah diadakan seleksi ketat. Total peserta sebanyak 164 orang dari pendaftar semula sebanyak 160 peserta. Dalam kegiatan tersebut terdapat 4 (empat) peserta cadangan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA). Peserta yang berhasil mengikuti terdiri dari 25 provinsi, 65 daerah, 115 lembaga. Rinciannya adalah, untuk cabang musabaqah 30 juz sebanyak 30 peserta plus 2 peserta cadangan. Untuk hafalan 20 juz sebanyak 31 peserta plus 2 peserta cadangan. Untuk hafalan 15 juz sebanyak 35 peserta, dan hafalan 10 juz sebanyak 35 peserta. Serdangkan cabang hafalan hadis diikuti oleh 33 peserta.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa bin Ibrahim Al Mubarak dan beberapa staf kedutaan hadir pada hari kedua pelaksanaan, didampingi oleh Sekretrais Ditjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin.
Pelaksanaan musabaqah sebagaimana yang berjalan setiap tahun, baik hafalan Al-Quran maupun Al-Hadits, peserta diminta melanjutkan ayat yang disebutkan oleh Tim Juri. Demikian juga pada hafalan Al-Hadits, salah seorang Tim Juri menyebutkan sebuah hadits dalam sebuah periwayatan dan peserta diminta melanjutkannya. Pantuan bimasislam menunjukkan bahwa ada peserta yang dengan lancar dan sekatan dapat melanjutkannya dengan baik. Namun ada sebagian peserta yang memang betul-betul lupa sehingga dihentikan oleh Tim.
Masuki hari ketiga (Rabu/30/3), pelaksanaan MHQH sedang pada tahap babak final. Rencananya besok (Kamis/31), akan dilaksanakan penyerahan hadiah bagi pemenang, yang akan dihadiri oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin, dan Dubes Arab Saudi untuk Indonesia. (thobib/bimasislam)



