Jakarta, Bimas Islam — Kementerian Agama meluncurkan gerakan nasional distribusi zakat fitrah terintegrasi dengan target penyaluran dua juta paket bagi keluarga prasejahtera di berbagai daerah. Peluncuran dilakukan dalam rangkaian program Joyful Ramadan melalui agenda Selasar Hangat Lintas Keyakinan di Jakarta International Velodrome, Kamis (12/3/2026).
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, gerakan ini merupakan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan dana sosial keagamaan sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.
“Langkah ini berpijak pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Melalui kolaborasi ini, dana umat diharapkan dapat dioptimalkan sebagai instrumen strategis untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem di Tanah Air,” ujar Abu dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, kesadaran masyarakat menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Penghimpunan zakat nasional yang pada 2015 tercatat sekitar Rp3,6 miliar dengan lima juta penerima manfaat meningkat hingga sekitar Rp40,5 triliun pada 2024 dan terus bertambah pada 2025.
Menurut Abu, program Joyful Ramadan tahun ini menjadi penanda dimulainya distribusi zakat fitrah secara serentak di seluruh provinsi. Penyaluran dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran.
“Gerakan ini menargetkan distribusi dua juta paket zakat fitrah kepada keluarga prasejahtera di 168 kabupaten/kota, dengan fokus pada wilayah yang memiliki tingkat kerentanan ekonomi lebih tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga dirangkai dengan agenda Selasar Hangat Lintas Keyakinan yang menghadirkan buka puasa bersama tokoh lintas iman, pameran produk UMKM binaan zakat, serta forum literasi publik melalui Majelis Berkah.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional Sodik Mudjahid menilai kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat penting untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat.
“Dalam ajaran Islam, kepedulian terhadap kaum dhuafa merupakan bagian penting dari nilai keagamaan. Karena itu, zakat harus dikelola secara profesional dan kolaboratif agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurut Sodik, berbagai program pemberdayaan berbasis zakat telah membantu meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat di berbagai daerah. Namun, upaya pengentasan kemiskinan masih memerlukan kerja bersama yang lebih kuat.
Ia juga menekankan pentingnya memperluas program pemberdayaan agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh kesempatan meningkatkan kemandirian ekonomi melalui pelatihan, pendampingan, dan dukungan usaha produktif.
Ketua Forum Zakat Wildhan Dewayana mengatakan kolaborasi lintas lembaga menjadi langkah penting untuk memperkuat dampak gerakan filantropi Islam di Indonesia.
“Bangsa Indonesia berdaya lahir dari kesadaran bahwa kemiskinan ekstrem tidak bisa diatasi sendiri-sendiri. Karena itu, kolaborasi antar lembaga, pemerintah, dan masyarakat menjadi jalan penting untuk memperkuat dampak gerakan filantropi,” ujar Wildhan.
Ia menambahkan bahwa potensi zakat nasional sangat besar dan dapat menjadi kekuatan sosial apabila dikelola secara optimal melalui kerja sama berbagai pihak.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai lembaga pemerintah dan organisasi filantropi. Di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia bersama Badan Amil Zakat Nasional, Badan Wakaf Indonesia, Forum Zakat, serta Filantropi Indonesia.
Kegiatan ini juga didukung sejumlah mitra, antara lain ParagonCorp, Bank Mega Syariah, BCA Syariah, dan Rumah Wakaf, serta melibatkan berbagai lembaga amil zakat seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Lazismu, Baitulmaal Muamalat, PPPA Daarul Qur’an, Yatim Mandiri, dan BSI Maslahat bersama sejumlah mitra lainnya.
An/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



