Jember, Bimas Islam -- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Dirjen Bimas Islam Kemenag), Abu Rokhmad, meminta Penyuluh Agama Islam untuk terlibat aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Kampung Zakat.
“Kita mesti terus istikamah menjaga dan melakukan berbagai macam kegiatan, baik yang sifatnya keagamaan maupun yang bersifat ekonomi,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (18/10/2025).
Pernyataan itu disampaikannya menyusul kunjungan ke Kampung Zakat yang terletak di Dusun Paceh, Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim) pada Kamis, 16 Oktober 2025.
Menurutnya, pengelolaan Kampung Zakat di pedesaan memiliki tantangan tersendiri dibandingkan dengan di wilayah perkotaan. Karena itu, peran penyuluh agama sangat dibutuhkan untuk membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
“Pasti berat, karena model di kota dengan di desa pasti beda. Karena itu teman-teman penyuluh agama juga mesti membantu dalam pemberdayaan ekonomi di desa ini. Ini merupakan bagian dari usaha kita untuk membumikan zakat, infak, dan sedekah agar bisa membantu masyarakat,” ungkap Abu.
Sementara itu, Direktur Kampung Zakat Jambearum, Amiruddin, mengungkapkan bahwa program Kampung Zakat telah membawa perubahan positif bagi masyarakat desa, terutama dalam bidang ekonomi.
“Kami merasa, dengan adanya program Kampung Zakat, desa kami sudah banyak mengalami perubahan terutama dari sisi ekonomi,” kata Amir saat.
Ia menjelaskan, keberadaan Kampung Zakat di Desa Jambearum tidak terlepas dari peran aktif para penyuluh agama yang memberdayakan masyarakat serta mengumpulkan data untuk kajian pengentasan kemiskinan.
“Sepanjang tahun 2025, kami telah mengumpulkan dana zakat termasuk penerimaan kurban dengan total mencapai Rp246,1 juta di desa ini,” paparnya.
Amir menambahkan, program Kampung Zakat juga memberi dampak signifikan pada bidang pendidikan. Jika dahulu sebagian besar warga hanya menamatkan pendidikan dasar, kini anak-anak didorong untuk termotivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
“Dulu, di sini kebanyakan hanya lulusan SD, tetapi dengan adanya Kampung Zakat dan kolaborasi dengan teman-teman LAZ, kami berupaya agar satu rumah itu bisa memiliki satu sarjana,” jelasnya.
Selain itu, program ini juga melahirkan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, seperti penyediaan dana beasiswa pendidikan dan pendirian Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang diinisiasi oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ).
Di sektor ekonomi, masyarakat juga diberdayakan melalui pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Produk hasil warga dipasarkan secara luas, bahkan dibekali pelatihan pembuatan pupuk kompos bekerja sama dengan perguruan tinggi.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, di akhir acara dilakukan pembagian sembako kepada warga Dusun Paceh, Desa Jambearum. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah lembaga amil zakat, antara lain LAZ Azka, Nurul Hayat, MA, BAZNAS, Yatim Mandiri, YDSF, LAZISMU, RIZKI, dan BMH.
Selain ke Kampung Zakat, rombongan Ditjen Bimas Islam juga melakukan kunjungan kerja ke tiga Kantor Urusan Agama (KUA) di Jawa Timur. Ketiganya berada di Kecamatan Wiyung dan Wonokromo, Kota Surabaya, serta Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau kondisi infrastruktur, pelayanan publik, serta pelaksanaan pencatatan nikah di tingkat kecamatan.
Wcp/Mr



