Kendari, Bimas Islam -- Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) memastikan seluruh persiapan pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XVIII di Kendari, Sulawesi Tenggara, sudah hampir rampung. Event nasional ini akan digelar pada 9–19 Oktober 2025 dengan partisipasi kafilah dari 38 provinsi.
Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an, Rijal Ahmad Rangkuty, mengatakan, Kemenag telah memfinalisasi berbagai aspek teknis maupun non-teknis sesuai kewenangannya. “Ruang lingkup Kemenag dalam gelaran STQH ini mencakup peserta, dewan hakim, cabang yang dilombakan, maqra’, serta bimbingan teknis panitia. Semua sudah disiapkan secara matang,” ujarnya di Kendari, Jumat (3/10/2025).
Proses pendaftaran peserta telah ditutup sejak Juni 2025 dan ditetapkan pada 19 Agustus 2025. Total peserta yang akan berlaga berjumlah 1.027 orang, terdiri dari 673 peserta inti dan 364 peserta cadangan. Mereka akan mengikuti berbagai cabang lomba, mulai dari seni baca Al-Qur’an (142 peserta), hafalan Al-Qur’an (324 peserta), tafsir (44 peserta), hingga musabaqah hadis (153 peserta). Tahun ini juga menghadirkan cabang baru, yakni Karya Tulis Ilmiah Hadis (KTIH).
Kemenag juga menjelaskan pentingnya kredibilitas dan transparansi dalam penilaian. Untuk itu, penyusunan maqra’ digital telah dilakukan dengan menyediakan 5.000 butir soal untuk seluruh cabang. “Penggunaan e-maqra’ ini bukan hal baru, sudah diterapkan sejak MTQ Nasional di Lombok pada 2016, dan terus kami sempurnakan,” jelas Rijal.
Selain itu, sebanyak 72 dewan hakim telah ditetapkan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan siap memberikan penilaian. Para hakim tersebut merupakan hasil seleksi ketat sehingga diharapkan mampu menjaga integritas dan kualitas pelaksanaan lomba.
Kemenag juga memberikan perhatian pada kesiapan teknis di lapangan. Bimbingan teknis bagi panitia, termasuk 20 orang MC terpilih, telah dilaksanakan secara offline di Kendari. Langkah ini dimaksudkan agar para panitia memahami detail teknis perlombaan sehingga dapat meminimalisasi kesalahan saat pelaksanaan.
Lebih jauh, Rijal bersama tim Bimas Islam juga telah meninjau langsung venue perlombaan, baik panggung utama maupun lokasi untuk setiap cabang. “Persiapan harus menjadi prioritas saat ini. Hal-hal kecil pun harus dicek betul agar tidak menimbulkan masalah teknis saat acara berlangsung,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa Pemprov akan mengawal penuh pelaksanaan STQH hingga 19 Oktober 2025. “Atas nama provinsi Sulawesi Tenggara, kita harus siap sukses dalam tiga hal: sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses administrasi,” terangnya.
Pihaknya juga telah menyiapkan sarana pendukung, mulai dari penyambutan kafilah yang akan tiba 7–9 Oktober, keamanan, akomodasi, transportasi, hingga dukungan partisipasi masyarakat. “Kami siap menyambut kedatangan para kafilah dari seluruh Indonesia. Ini momentum penting untuk syiar Al-Qur’an di Bumi Anoa,” tutup Andi Sumangerukka.
Kemenag berharap, melalui STQH Nasional XVIII di Kendari, syiar Al-Qur’an semakin berkembang dan memberi dampak positif bagi masyarakat, termasuk di Bumi Tolaki. Rijal menambahkan, koordinasi lintas kementerian juga terus dilakukan, di antaranya dengan Kemenko PMK, Komdigi, Kemenkes, Kemenhub, TVRI, dan RRI, demi memastikan kelancaran acara akbar tersebut.
Wafa/Wcp



