Jakarta, Bimas Islam — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama meluncurkan In House Training sebagai bagian dari Program Corporate University 2026. Program ini dirancang untuk memperkuat kompetensi aparatur sipil negara (ASN) melalui pembelajaran berkelanjutan, termasuk membekali pegawai dengan keterampilan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), bahasa asing, hingga kompetensi teknis sesuai tugas dan fungsi jabatan.
Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Lubenah, mengatakan, peluncuran In House Training menjadi bukti keseriusan Ditjen Bimas Islam dalam membangun budaya belajar sepanjang hayat (continuous learning) di lingkungan kerja. Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM merupakan kunci menghadirkan layanan keagamaan yang semakin profesional, adaptif, dan berkualitas.
“Ini adalah bukti nyata keseriusan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Hari ini kita luncurkan In House Training Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam,” ujar Lubenah saat peluncuran In House Training di Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan implementasi Instruksi Menteri Agama Nomor 4 Tahun 2024 tentang pengembangan kompetensi ASN melalui pembelajaran berkelanjutan, baik secara mandiri maupun melalui metode peer education. Karena itu, penguatan kapasitas pegawai menjadi agenda strategis yang terus didorong di lingkungan Ditjen Bimas Islam.
Melalui Program Corporate University, Ditjen Bimas Islam menyediakan berbagai pelatihan yang dapat diikuti seluruh pegawai, antara lain bahasa Inggris, bahasa Arab, baca tulis Al-Qur’an (BTQ), tata naskah dinas, keprotokolan, master of ceremonies (MC), desain grafis, jurnalistik, hingga pemanfaatan AI sebagai penunjang kinerja.
Selain kompetensi umum, tersedia pula pelatihan sertifikasi seperti mediator, Certified Human Resource Management (CHRM) dan Regulatory Impact Assessment (RIA), serta pelatihan sesuai tugas jabatan, meliputi analisis dan evaluasi hukum, perancangan peraturan perundang-undangan, penyusunan policy brief, teknologi informasi, analis data, kompetensi keuangan, pengadaan barang dan jasa, hingga pengelolaan arsip.
Menurut Lubenah, penyusunan materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi agar hasil pembelajaran dapat langsung diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan demikian, ASN tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi pelayanan yang lebih efektif dan responsif terhadap perkembangan teknologi.
Penguatan kompetensi ASN tersebut sejalan dengan arah kebijakan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menempatkan transformasi sumber daya manusia sebagai fondasi penguatan birokrasi, pelayanan publik, serta tata kelola kelembagaan yang profesional dan berdampak bagi masyarakat.
“Kami mengajak seluruh pegawai memanfaatkan In House Training sebagai ruang belajar bersama untuk meningkatkan kompetensi, integritas, dan profesionalisme. Budaya belajar yang terus tumbuh akan memperkuat kinerja organisasi sekaligus meningkatkan mutu layanan Ditjen Bimas Islam kepada masyarakat,” tandas Lubenah.
Peluncuran In House Training dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Ditjen Bimas Islam dan PT Taspen (Persero), penyerahan Surat Keputusan (SK) PNS dan jabatan fungsional secara simbolis, serta pemberian penghargaan kepada enam pegawai yang lulus Komponen Cadangan (Komcad) Gelombang I.
Kegiatan ini dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Lubenah, Direktur Utama PT Taspen (Persero) beserta jajaran, para direktur di lingkungan Ditjen Bimas Islam, Sekretaris BAZNAS, Kepala Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), pejabat administrator dan pengawas, para ketua tim, penerima SK PNS Tahun 2026, penerima penghargaan Komcad Gelombang I, serta peserta In House Training dari berbagai unit kerja di lingkungan Ditjen Bimas Islam.
An/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



