Jakarta, Bimas Islam — Direktur Jaminan Produk Halal Kementerian Agama, M. Fuad Nasar, menekankan pentingnya peran media dalam memperkuat ekosistem halal nasional. Menurutnya, sistem jaminan produk halal memerlukan dukungan dan sinergi multipihak, termasuk media massa, untuk mengamplifikasi pesan halal sebagai tren nasional dan global.
“Halal tidak sekadar masalah sertifikasi produk, tetapi mencakup nilai dan gaya hidup halal yang bersifat inklusif. Dalam konteks ini, media massa, baik media cetak, media daring, maupun media sosial, memiliki peran penting dalam mendukung ekosistem halal dan diseminasi pesan-pesan halal,” ujar Fuad.
Hal tersebut disampaikan Fuad saat mewakili Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam menyampaikan sambutan penutup pada Seminar Marketing dan Halal Summit 2026 yang digelar The Iconomics Media di Auditorium Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026).
Fuad menjelaskan, pemerintah tidak hanya melayani sertifikasi halal bagi pelaku usaha besar dan importir, tetapi juga memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) yang menjadi program unggulan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
“Setiap tahun pemerintah menyediakan kuota satu juta sertifikasi halal gratis bagi UMKM, dan pada 2026 kuotanya ditingkatkan menjadi 1,35 juta,” katanya.
Ia menambahkan, melalui Direktorat Jaminan Produk Halal, Kementerian Agama juga menjalankan fungsi koordinasi, sosialisasi, edukasi, pemantauan, dan evaluasi guna mendorong terbentuknya budaya masyarakat yang cinta halal.
“Kementerian Agama tidak hanya membangun kesadaran halal, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya cinta halal di tengah masyarakat,” imbuhnya.
Menyitir pesan Menteri Agama, Fuad menyampaikan bahwa halal bukan sekadar urusan sertifikasi dan pelabelan produk, melainkan menyangkut nilai, gaya hidup, dan filosofi hidup yang mencakup etika, spiritualitas, serta keadilan. Halal juga telah menjadi isu bisnis global yang tetap memerlukan sistem jaminan yang kuat dan sertifikasi resmi.
“Halal harus didukung oleh produsen dan konsumen dengan tetap memastikan aspek thayyib, yaitu baik dan bermanfaat, sesuai dengan fitrah kemanusiaan,” ujarnya.
Atas nama Menteri Agama yang tengah menjalankan tugas negara di Kairo, Mesir, Fuad mengapresiasi peran The Iconomics Media dalam mendukung penguatan ekosistem halal. Ia menilai media ekonomi digital tersebut konsisten mengangkat isu halal melalui pendekatan humanisasi merek halal, storytelling, tujuan, dan kepercayaan.
Pada kesempatan tersebut, The Iconomics Media juga menganugerahkan apresiasi kepada para pimpinan keuangan perusahaan milik negara dan swasta melalui ajang The 3rd Indonesia Most Innovative CFO Awards 2025.
Fuad menekankan bahwa kemajuan industri halal tidak hanya diukur dari kualitas produk, ekspansi pasar, dan inovasi digital, tetapi juga dari kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja. “Industri halal harus mampu berkontribusi dalam mengatasi persoalan pengangguran dan kemiskinan. Ini sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam aspek pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan peran Kementerian Agama dalam meningkatkan literasi halal yang menjangkau seluruh lapisan dan generasi masyarakat melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Nam/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



