Jakarta, Bimas Islam— Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama mengumumkan sembilan pemenang Sayembara Desain Kaos Quotes Kemasjidan Tahun 2025. Pengumuman tersebut tertuang dalam surat bernomor 208/Dt.III.I/BA.01.1/11/2025 tertanggal 22 November 2025, setelah proses penilaian berlangsung pada 20–21 November 2025. Kompetisi ini terbagi dalam tiga kategori, yaitu Aktivis Masjid, Pelajar/Mahasiswa, serta ASN Kementerian/Lembaga.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan, sayembara ini menjadi ruang apresiasi bagi talenta kreatif dari berbagai daerah untuk menghadirkan dakwah visual yang lebih segar dan dekat dengan masyarakat. Desain-desain terpilih dinilai tidak hanya unggul secara estetika, tetapi juga membawa pesan positif yang selaras dengan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat. “Kami melihat kreativitas peserta sebagai kontribusi nyata terhadap ekosistem kemasjidan yang inklusif dan dinamis,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (22/11/2025).
Arsad menambahkan, tingginya partisipasi generasi muda pada lomba ini menunjukkan bahwa masjid semakin menjadi ruang kolaborasi. “Anak-anak muda kini terlibat melalui desain, seni, fotografi, hingga konten kreatif. Ini perkembangan yang menggembirakan,” tuturnya.
Ia menyebut, Ditjen Bimas Islam berkomitmen mengembangkan desain-desain terpilih sebagai bagian dari kampanye literasi kemasjidan nasional. Berbagai produk kreatif seperti kaos, poster, hingga konten visual lainnya diharapkan menjadi sarana dakwah yang komunikatif dan mudah diterima publik. “Kami ingin pesan kebaikan hadir dengan gaya yang relevan bagi generasi hari ini,” kata Arsad.
Lebih jauh, Arsad berharap sayembara ini menjadi awal dari ekosistem kompetisi kreatif bertema kemasjidan yang lebih luas pada 2026. “Ini bukan kegiatan satu kali, tetapi bagian dari gerakan jangka panjang. Kami ingin seluruh elemen masyarakat terlibat dalam merawat masjid sebagai pusat peradaban,” ujarnya.
Kasubdit Kemasjidan, Nurul Badruttamam, menjelaskan, pemenang dari masing-masing kategori telah dipilih melalui kurasi yang cermat oleh tim juri.
Daftar pemenang:
1. Kategori Aktivis Masjid
• Juara I : M Hazman Thoriq Azizi
• Juara II : M Haqiqi Arnun P
• Juara III : Muhammad Yasir
2. Kategori Pelajar/Mahasiswa
• Juara I : Alifa Nur Fatima
• Juara II : Alfa Riki Zamimi
• Juara III : Izzata Wihanagku
3. Kategori ASN Kementerian/Lembaga
• Juara I : Ahmad Mughni Hilmawan
• Juara II : Moh Asaddin Nur
• Juara III : Eka Arief Setyawan
Nurul mengungkapkan, seluruh pemenang akan mengikuti program pembinaan dan apresiasi pada 24–26 November 2025 di Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas sekaligus forum temu kreatif bagi peserta dari berbagai daerah. “Kami ingin para pemenang tidak hanya berhenti pada karya, tetapi berkembang sebagai duta kreativitas kemasjidan di daerah masing-masing,” katanya.
Ia memastikan bahwa seluruh kebutuhan akomodasi dan transportasi ditanggung Ditjen Bimas Islam melalui mekanisme reimburse. Peserta dari luar Pulau Jawa difasilitasi menggunakan transportasi udara non-Garuda dengan ketentuan melampirkan bukti pembelian dan boarding pass. “Kami pastikan proses apresiasi berjalan tertib, transparan, dan tetap memberikan kenyamanan,” terangnya.
Nurul menambahkan, kompetisi ini menjadi pintu masuk menuju penyelenggaraan rangkaian lomba kemasjidan tahun 2026. Setidaknya terdapat 18 program lomba yang akan digelar, mulai dari desain kaligrafi, kotak amal ergonomis, poster infografis ibadah, desain karpet, fotografi Ramadan, video series kemasjidan, hingga lomba desain logo masjid. “Rangkaian ini kami susun agar masjid menjadi ruang ekspresi kreatif yang luas dan lintas keahlian,” ujarnya.
Selain itu, tahun 2026 juga akan diisi dengan forum diskusi bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan jejaring advokat untuk mendukung program Masjid Berdaya Berdampak (MADADA). Kolaborasi ini diarahkan pada penyusunan standar layanan dan penguatan kapasitas pengelola masjid. “Kami ingin memastikan pengembangan masjid berjalan holistik, mulai dari aspek fisik, layanan, hingga literasi,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Nurul berharap sayembara ini memperkuat semangat kolaborasi antara pemerintah, pelajar, komunitas masjid, dan ASN dalam mengembangkan budaya kemasjidan yang adaptif dan berdampak. “Karya para pemenang menunjukkan bahwa dakwah dapat hadir dengan cara yang kreatif, menyenangkan, dan tetap bernilai. Inilah wajah baru kemasjidan yang ingin kita perkuat bersama,” tutupnya.
An/Mr



