Jakarta, Bimas Islam — Kepala Badan Kepegawaian Negara, Zudan Arif Fakrulloh, menitipkan pesan “4K” kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama, agar menjadikan kecepatan layanan, kemudahan layanan, kemanfaatan kebijakan, dan kebahagiaan masyarakat sebagai orientasi dalam bekerja.
Pesan tersebut disampaikan Zudan saat menghadiri pelantikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Agama di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, ASN harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat. Karena itu, ia meminta ASN menjaga nilai pelayanan publik melalui empat prinsip utama, yaitu kecepatan, kemudahan, kemanfaatan, dan kebahagiaan.
“Titip, pikirkan 4K di dalam bertindak sepanjang hayat kalian sebagai ASN,” ujar Zudan.
Ia menjelaskan, prinsip pertama adalah kecepatan. ASN diminta bekerja secara cepat dan adaptif mengikuti perkembangan zaman.
“Saya mengalami ketika dunia masih lambat, mengirim uang lewat wesel pos, sekarang bisa transfer secara real time. Dari yang membutuhkan 10 hari menjadi seketika. Maka jangan bekerja lambat, bekerjalah dengan cepat,” katanya.
Prinsip kedua adalah kemudahan. Zudan menekankan pentingnya memberikan pelayanan yang memudahkan masyarakat, bukan mempersulit.
Ia mencontohkan kebijakan saat menjabat Kepala BKN terkait pencantuman gelar pendidikan ASN. Menurutnya, izin belajar tidak lagi diwajibkan untuk pencantuman gelar bagi ASN yang telah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi terakreditasi.
“Siapa pun yang lulus S1, S2, atau S3 dari perguruan tinggi terakreditasi, langsung saja cantumkan gelarnya. Mengapa tidak perlu izin belajar? Karena pendidikannya sudah selesai. Itulah kemudahan,” jelasnya.
Selanjutnya, aspek ketiga adalah kemanfaatan. Ia meminta setiap kebijakan dan langkah ASN memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Sementara itu, aspek terakhir adalah kebahagiaan. Menurutnya, kecepatan, kemudahan, dan kemanfaatan harus bermuara pada terciptanya kebahagiaan masyarakat maupun sesama ASN.
“Jangan pernah lupa untuk memikirkan kebahagiaan masyarakat dan kebahagiaan sesama ASN,” ujarnya.
Selain menyampaikan konsep 4K, Zudan juga mengingatkan ASN agar memiliki cara pandang yang tidak hanya berorientasi pada hasil saat ini, tetapi juga proyeksi masa depan.
Ia menyebut terdapat dua hal penting dalam mengukur kinerja ASN, yaitu performa saat ini dan proyeksi ke depan. Menurutnya, pengembangan diri, pendidikan lanjutan, hingga penugasan tertentu sering kali menjadi bagian dari proyeksi kepemimpinan terhadap masa depan seorang ASN.
“Jangan selalu berpikir bahwa segala sesuatu harus menghasilkan saat ini juga,” katanya.
Zudan juga mendorong ASN muda mempersiapkan pendidikan lanjutan melalui berbagai program beasiswa, seperti Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) maupun beasiswa internasional lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menekankan pentingnya manajemen waktu bagi ASN. Menurutnya, disiplin hadir tepat waktu saja tidak cukup, tetapi ASN perlu membiasakan datang sebelum waktu dimulai.
“Kalau rapat jam 8, datanglah paling tidak 15 menit sebelumnya. Bangun chemistry, bangun suasana yang baik. Tepat waktu saja tidak cukup, apalagi terlambat,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Zudan mengingatkan para ASN untuk bersyukur karena telah menjadi bagian kecil dari jutaan peserta yang mengikuti seleksi ASN nasional. Ia menyebut jumlah peserta seleksi ASN tahun 2024–2025 mencapai sekitar 5,5 juta orang, sedangkan tingkat kelulusannya hanya sekitar 6,34 persen.
“Jadi adik-adik adalah bagian dari yang 6,34 persen itu. Syukurilah kesempatan ini dengan mengamalkan 4K, performa dan proyeksi, serta datang sebelum waktu,” pungkasnya.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



