Tangsel, bimasislam—Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Al-Amin mengatakan bahwa dalam kesederhanaan justeru ditemukan spirit kerja dan kebersamaan dengan rekan kerjanya.
“Saya pilih sederhana dalam bekerja, buat apa mewah-mewah, yang penting kan pelayanan maksimal sesuai aturan yang sudah ditetapkan”, ujar Amin saat mengawali perbincangan dengan bimasislam diruang kerjanya, Rabu (2/11).
Sejak tahun lalu, tepatnya bulan maret 2015, pria yang akrab disapa Pak Amin dipercaya menjadi Kepala KUA Kec. Ciputat. Pasca dilantiik Al-Amin langsung menerapkan kesederhanaan menjadi filosofi kinerja di instansi yang dipimpinnya.
Berpenampilan sederhana justru membuat Amin nyaman dalam bekerja. Baginya melaksanakan tugas dengan sepenuh hati adalah hal yang lebih penting ketimbang dari sekedar penampilan. Tidak hanya soal dirinya, bahkan semua pegawai dan kondisi KUA Kec. Ciputat juga lekat dengan kesan sederhana. Sikap sederhana juga tercermin dari apa yang telah dikalukan.
Sebagai contoh, Amin mengisahkan, beberapa waktu lalu kantornya mendapat jatah sebuah pendingin ruangan (AC) untuk dipasang diruang kerjanya. Namun, dirinya lebih memilih menolak secara baik-baik, hal itu dilakukan karena semata tidak ingin mendapat fasilitas lebih daripada pegawai yang lain. Padahal, sebagai seorang kepala, fasilitas seperti itu menjadi haknya.
“Kemarin ada kiriman AC, kayaknya dari pusat, saya bilang, dikirim ke tempat lain aja, disini saya sudah cukup, buat apa kepalanya saja yang dingin ruangannya, saya ingin apa yang kita rasakan sama semua”, kata Amin menirukan ucapannya kala itu.
Ditanya soal fungsi pelayanan yang menjadi tugas pokok KUA, Amin menegaskan bahwa dirinya beserta seluruh staff berusaha maksimal dalam memberikan pelayanan. “Tugas kami sudah diatur dan kami berusaha menjalankan sepenuh hati”, terangnya.
Beberapa layanan online juga dipastikan berjalan dengan baik, hal itu dipastikan Amin sambil menunjukkan sebuah komputer beserta operatornya. “Alhamdulillah SIMKAH (Sistim Pelayanan Nikah-red) dan billing berfungsi dan berjalan dengan baik, saya pastikan itu”, tegas Amin.
Al-Amin adalah lulusan Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, angkatan tahun 1990, sebelum diangkat menjadi kepala KUA, Amin adalah seorang penghulu di tempat yang sama.
Berada di samping pasar Ciputat, KUA Ciputat sebenarnya memiliki letak yang sangat strategis. Ditambah lagi berseberangan dengan masjid Agung Al-Jihad. Meski demikian, KUA Ciputat nampaknya jauh dari kesan representatif, gambaran KUA Kec. Ciputat lebih tepat disebut sederhana sehingga perlu perhatian khusus terkait prasarananya.
(syam/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



