Semarang, bimasislam— Kepala Bidang Urais Binsyar, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Saefullah mengatakan bahwa penanganan kerukunan umar beragama, baik internal maupun eksternal perlu perhatian serius. Agama, katanya, merupakan pilar utama dari kerukunan nasional.
Dalam kehidupan beragama, Provinsi Jawa Tengah, diakuinya ibarat miniatur Indonesia. “Semua aliran keislaman ada di Jawa Tengah, mulai yang lembut sampai yang keras. Ini perlu penanganan khusus.” Katanya.
Ia sendiri sudah melakukan pemetaan terhadap sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah lengkap dengan kecenderungan model keberagamaannya.
“Ada satu Kabupaten atau kota yang masyarakatnya dikenal cukup keras dalam beragama, ada juga yang sinkretik dengan budaya atau tradisi lama, dan lain sebagainya. Ini semua memerlukan penanganan yang khas dan tersendiri,” ujarnya saat berbincang dengan bimasislam, Senin (28/12).
Meski demikian, pria kelahiran 1964 itu mengaku bahwa secara keseluruhan kehidupan beragama di Jawa Tengah relatif kondusif, terutama hubungan dengan umat beragama lain. PR (Pekerjaan Rumah)-nya justru pada hubungan intern umat beragama.
“Penanganan internal umat beragama justru lebih berat dibanding dengan eksternal, karena berkaitan dengan pemahaman dari doktrin yang sama.” Katanya.
Oleh karena itu pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk ormas dan tokoh agama untuk menguatkan kerukunan internal di kalangan Umat Islam.
“Bersama dengan tokoh agama dan ormas Islam, kita terus berupaya menjalin komunikasi dan hubungan yang baik untuk menguatkan kerukunan yang selama ini sudah terjalin dengan baik.” pungkasnya.(sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



