Jakarta, Bimas Islam -- Sekitar seratus ribu jemaah dari berbagai latar belakang memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, untuk mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.
Waktu menunjukkan pukul 16.00 WIB, namun langit di Jakarta masih cukup benderang. Matahari belum sepenuhnya condong ke barat, sementara peluh yang menetes di wajah para pejalan kaki tak menyurutkan langkah mereka bergegas menuju kawasan Monas. Dari Jalan Perwira arah Lapangan Banteng, terlihat masyarakat mengenakan gamis, kemeja putih, baju koko, hingga sarung berjalan menuju Jalan Medan Merdeka Utara, memasuki gerbang utama dengan tertib.
Salah satu pintu masuk menuju area acara berada di kawasan Silang Merdeka Timur Laut. Para petugas keamanan telah bersiaga di sejumlah jalur pemeriksaan yang dipisahkan antara peserta laki-laki dan perempuan. Proses pemeriksaan berlangsung cepat namun tetap ramah. Setiap peserta diminta meletakkan telepon genggam, tas, dan barang bawaan ke mesin pemindai sebelum memasuki kawasan acara.
"HP-nya dimasukkan ke tas ya, Bu," ujar seorang petugas dengan ramah sambil membantu peserta memasukkan barang bawaan ke dalam mesin pemindai X-ray, Sabtu (1/8/2026).
Meski harus mengantre, tidak terlihat keluhan dari para jemaah. Sebagian justru mengapresiasi sistem pengamanan yang dinilai membuat mereka lebih nyaman beribadah. Kekaguman atas tata kelola acara ini salah satunya diungkapkan oleh Ummi Widad, warga Ciomas, Bogor, yang berangkat sejak selepas salat Zuhur agar dapat bersalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf.
“Awalnya kita enggak tahu bakal sampai begini, jemaahnya masyaallah. Baru kali ini ikutan Habib Syech berbarengan dengan acara zikir kebangsaan,” terangnya.
Ia mengaku takjub dengan pemeriksaan keamanan berstandar tinggi dan kerapian shaf di tengah membeludaknya jemaah. "Baru kali ini ikut zikir diperiksa sampai pakai X-ray, kek di bandara gitu ya," ujarnya.
Dari kejauhan tampak karpet abu-abu yang masih terlihat baru disusun rapi membentuk saf-saf panjang. Para jemaah diarahkan menempati saf yang telah disiapkan dan diimbau melepas alas kaki untuk dimasukkan ke dalam kantong plastik yang disediakan panitia.
Mendekati area utama, ketertiban makin terasa. Di satu sisi tampak kerumunan wanita berhijab dengan warna merah muda dan biru motif, grup rektor yang sedang swafoto, hingga santri-santri yang berjalan rapi berpegangan tangan menuju saf yang kosong.
Tidak hanya pelayanan di pintu masuk, panitia juga sigap menyediakan logistik bagi jemaah. Tampak tenda Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang membagikan air mineral dan makanan ringan bagi peserta. Meski kerumunan tak terelakkan di area pembagian logistik, antrean tetap berjalan tertib dan terkendali hingga acara inti dimulai.
(Kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



