Oleh:
Syafaat*
Ketahanan keluarga sangat dipengaruhi oleh ketahanan perempuan sebagai Ibu dalam keluarga tersebut, sebagaimana Hadits Nabi Muhammad SAW Bahwa “rumahku adalah surgaku”, seorang Ibu ibarat bidadari penghuni rumah surga yang dapat memberikan ketentraman dan kedamaian bagi seluruh anggota keluarga. Begitu juga dengan dalam bermasrarakat dan bernegara, peran perempuan tidak dapat dianggap remeh meskipun kadang perannya tidak terlihat kasat mata (dibalik layar) sebagaimana banyak disampaikan bahwa dibalik sukses seorang suami, ada istri yang mendorongnya, begitu juga sebaliknya bahwa dibalik terperangkapnya suami kedalam jerat korupsi, ada peran isteri dibelakangnya, meskipun tidak selamanya ungkapan ini benar. Ketahanan keluarga bersifat multidimensi, Kementerian Perlindungan Perempuan dan Pemberdayaan Anak menggunakan 5 Dimensi Ketahanan Keluarga, yaitu : Landasan Legalitas dan Keutuhan Keluarga, Ketahanan fisik, Ketahanan Ekonomi, Ketahanan Sosial psikologis dan Ketahanan Sosial Budaya.
Ketahanan keluarga berbasis Dasawisma lebih mudah dilakukan dengan mengingat para Ibu yang berdekatan dan bertetangga tersebut lebih mudah untuk dikoordinasikan, lebih mudah menumbuhkan rasa peduli diantara para anggota dengan semangat gotong royong sebagai salah satu program pokok PKK, yang merupakan inti dari kegiatan yang diprakarsai kaum perempuan tersebut. Menjaga kelestarian lingungan hidup dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang ditanami dengan berbagai aneka tumbuhan yang dapat menopang kebutuhan keluarga.
Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, disingkat PKK, adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. PKK terkenal akan "10 program pokok"-nya. Kegiatan ini dilakukan secara berjenjang dari tingkat Nasional sampai ditingkat paling bawah hingga ke kader Dasawisma (dasa = Sepuluh, Wisma = rumah) yakni kelompok ibu berasal dari 10 KK (kepala keluarga) rumah yang bertetangga untuk mempermudah jalannya suatu program. Pengumpulan dana, kuesioner, tertib administrasi, adalah beberapa contoh tanggungjawab ketua dasawisma, untuk kemudian hasilnya diteruskan ke ketua PKK. Kegiatan dasawisma diarahkan pada peningkatan kesehatan keluarga, seperti arisan (PKK), pembuatan jamban, sumur, kembangkan dana sehat, peningkatan pengetahuan pendidikan anak dan lain lain.
Landasan Legalitas dan Keutuhan Keluarga sangat diperlukan untuk membentuk keluarga bahagia yang didasarkan pada pernikahan yang sah yang dibuktikan dengan Kutipan Akta Pernikahan atau Akta Perkawinan, hal ini sejalan dengan program keluarga sakinah yang dicanangkan Kementerian Agama, semua anak anaknya mempunyai akta kelahiran sebagai salah satu bukti yang dianggap sah dalam pembuktian asal usul anak. Keutuhan keluarga sangat diperlukan dalam perkembangan pendidikan anak anak dan administrasi kependdudukan. Legalitas ini sangat penting untuk kepastian hukum, melindungi keutuhan keluarga agar tidak mudah goyah dan dapat lebih melindungi hak hak isteri dan anak anaknya.
Ketahanan fisik keluarga sangat dipengaruhi oleh asupan gizi yang dapat disajikan oleh keluarga tersebut. Pandemi covid 19 sangat bepengaruh terhadap pendapatan keluarga yang juga berpengaruh terhadap kecukupan gizi keluarga. Namun dengan adanya kebersamaan warga dengan berbagai kegiatan saling membatu dan menolong, kecukupan nilai gizi dapat sedikit tertolong, terutama diwilayah perdesaan yang masih luas lahan yang dapat dimiliki dan dapat ditanami berbagai macam tanaman yang dapat dijadikan penambah gizi keluarga. Kecerdasan perempuan sangat dibutuhkan untuk memilih makanan bergizi yang terjangkau. Pengertian bergizi tidak harus mahal harus benar b enar dipahami untuk pemilihan menu keluarga yang sesuai dengan pendapatan keluarga tersebut.
Dampak pandemi covid-19 sangat berpengaruh terhadap ketahanan ekonomi keluarga. Banyak pekerja yang terkena PHK maupun yang tidak dapat menjalankan usahanya, lemahnya daya beli masyarakat sangat berpengaruh terhadap ekonomi keluarga. Hal ini membutuhkan keuletan dari seorang istri untuk tetap dapat menyediakan ketersediaan gizi yang cukup bagi keluarganya. Bagi Ibu rumah tangga, sangat diperlukan untuk dapat memberikan keteduhan dan semangat bagi suaminya yang sedang bingung untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
Ketahanan sosial psikologis dalam keluarga perlu dijaga, terlebih menghadapi pandemi covid-19 yang sangat berdampak terhadap psikologis keluarga, anak anak yang biasanya beraktifitas belajar dan bermain dengan teman sejawatnya di sekolah, kini harus belajar dirumah, dan orang tua yang dalam hal ini sebagian besar para Ibu harus berperan lebih besar untuk mendampingi anak anak belajar dirumah disela kesibukannya mengurus keluarga dengan panduan para guru di sekolah. Hal ini bukalah pekerjaan yang mudah yang harus diemban oleh para orang tua. Dampak psikologis tersebut bukan hanya melanda anak anak yang mulai dirasuki rasa jenuh, namun juga orang tua yang merasa jenuh karena harus lebih banyak berbagi waktu untuk mengajari anak anak dalam belajar yang tidak semua orang tua mempunyai bekal dan pengalaman yang cukup untuk mengajari anak anaknya.
Ditengah dunia yang semakin kompetitif, ketahanan sosial budaya dalam keluarga perlu dipertahankan. Sikap saling menghormati dan mengayomi diantara sesama anggota keluarga perlu dipupuk selaras dengan visi dan misi keluarga. Pemahaman dan penerapan pendidikan etika dan pengembangan perilaku religius dalam keluarga perlu dilakukan, orang tua sebagai publik panutan bagi anak anaknya harus mampu menjadikan suri tauladan daari semua perbuatannya, terutaa dlam penerapan Ibadah sehari hari.
Peran perempuan dalam ketahanan keluarga sangatlah urgen, hal ini disebabkan perempuan lebih banyak berkecimpung didalam rumah dan lingkungannya. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat mempunyai peran sangat penting dalam ketahanan lingkungan. Di Indonesia, pembangunan keluarga diamanatkan dalam Undang-Undang No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga agar dapat timbul rasa aman, tenteram, dan harapan masa depan yang lebih baik dalam mewujudkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin. Karenanya melibatkan perempuan terlebih yang bergabung dalam dasawisma program PKK sangatlah tepat.
*Penulis adalah Penyusun Bahan Pembinaan Keluarga Sakinah Kemenag Kabupaten Banyuwangi



