Kupang, bimasislam— Dalam rangka untuk menyerap aspirasi masalah kebimasislaman, Ditjen Bimas Islam menyelenggarakan Kegiatan Jaring dan Serap Aspirasi Kebimasislaman pada tanggal 20-22 Agustus 2014di Hotel Aston Kupang, Nusa Tenggara Timur. Tujuan dari kegiatan ini untuk menjaring berbagai aspirasi dari para pejabat Bidang Bimas Islamserta meningkatkan pengetahuandan pemahaman peserta tentang berbagai kebijakan Ditjen Bimas Islam.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Drs. Sarman Maselinus, menyampaikan terima kasih atas pemilihan NTT sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan. Sarman berharap semoga nilai positif yang ada di NTT dapat diambil manfaatnya sebagai model bagi provinsi lain, terutama tentang kerukunan hidup beragama. Sedangkan, imbuhnya, masalah yang yang muncul dalam forum ini dapat menjadi catatan bagi Ditjen Bimas Islam Pusat agar melakukan inovasi dalam pengembangan program-programnya di tahun mendatang, ujarnya.
Beberapa hal yang muncul dalam kegiatan tersebut diantaranya adalah kurangnya SDM di KUA. Ini menjadi kendala dalam melaksanakan program Bimas Islam pada level grass root sebagai garda depan layanan publik di masyarakat. Yang lainnya adalah Bidang Bimas Islam dan Haji yang ditangani oleh satu Kabid, sedangkan di Pusat ditangani oleh dua Direktorat Jenderal, sehingga banyak program pusat yang tidak terimplementasi dengan baik.
Selain itu, jabatan Kepala KUA diharapkan dapat disamakan dengan jabatan Kepala Sekolah, yaitu sebagai Tugas Tambahan dari Jabatan Fungsional Guru, juga dengan Rektor sebagai Tugas Tambahan dari Jabatan Fungsional Dosen.
Hal lain yang mengemuka adalah munculnya kelompok sempalan dan paham radikal dan fanatismesangat berdampak citra Islam sebagai rahmatan lil alamin di wilayah muslim minoritas. ”Kasus-kasus keagamaan yang seringkali menjadi isu utama di Jakarta sangat memojokkan umat Islam minoritas dan mungkin di wilayah Indonesia lain. Akibatnya kami sering repot, saat upaya membangun citra positif, muncul isu yang tidak sedap, seperti pemberitaan tentang ISIS belakangan ini”, tutur peserta. (rita/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



