Jakarta, bimasislam— Dalam Rapat Pleno Majelis Ulama Indoensia (MUI) tentang penetapan Din Syamsuddin sebagai Ketua Umum MUI yang berlangsung di Gedung MUI, Jakarta (4/3), Ketua Penasehat MUI, KH. Tholhah Hasan, meminta kepada H. Amidhan memberikan klairifikasi di hadapan rapat terkait pemberitaan Majalah Tempo soal komersialisasi sertifikasi halal akhir-akhir ini. Kyai Tholhah juga berpesan kepada Ketua Umum MUI yang baru agar masalah ini dapat diselesaikan sebaik-baiknya, ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, para peserta juga meminta kepada MUI jangan membiarkan masalah ini, tetapi harus dijawab, kalau perlu melalui jalur hukum. “Pemberitaan ini menyangkut marwah Majelis Ulama, sehingga kita tidak boleh diam. Kita harus menjawabnya dan jika perlu melalui jalur hukum, tegas salah seorang peserta. Demikian disampaikan sumber bimasislam (4/3).
Sebagaimana diketahui, Majalah TEMPO edisi 24 Februari-2 Maret 2014 yang berjudul ASTAGA! LABEL HALAL. Menanggapi pemberitaan itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui H. Amidhan telah menyampaikan bantahannya di hadapan berbagai media di gedung MUI, Jakarta (26/2).
Berdasarkan catatan bimasislam, pemberitaan ini telah menjadi bola liar, dan MUI mendapat banyak komentar dari masyarakat secara tidak proporsional. Apalagi saat ini pemerintah sedang mengajukan RUU Jaminan Produk Halal. Bahkan sebagian alumni Pendidikan Kader Ulama (PKU) yang difasilitasi oleh MUI menyampaikan keprihatinannya, dan berharap dapat diselesaikan dengan baik untuk menjaga integritas para ulama di hadapan umat. (bieb/foto:cn-kontributor)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



