Jakarta, Bimasislam— Ketua Umum PBNU Kyai Said Aqil Siradj mengatakan bahwa gagasan Islam Nusantara tidak perlu dikhawatirkan. Kampanye atas gagasan Islam Nusantara, menurutnya, merupakan keinginan untuk menguatkan tradisi kultural Islam yang secara khas tumbuh dan berkembang di Indonesia selama berabad-abad.
“Tradisi Islam Nusantara merupakan karakter khas seperti yang diajarkan oleh penyebar Islam di Indonesia, misalnya Wali Songo, dimana Islam disebarkan tanpa bertentangan dengan adat atau kebiasaan kultural masyarakat yang telah ada.” Kata Said saat menjadi narasumber dalam bedah buku “Harmoni di Negeri Seribu Agama” yang digelar di Wisma Maluku, Jalan Kebon Kacang, Jakarta, Selasa (06/10).
Lebih lanjut, pria yang menghabiskan studi sarjana hingga doktoralnya di Arab Saudi itu mengatakan bahwa dialog dengan budaya lokal dalam mendakwahkan Islam ini kemudian melahirkan tradisi kearifan yang tidak menentang tradisi yang telah ada, akan tetapi justru mewarnainya. “Inilah yang dimaksud bahwa Islam Nusantara ini ramah, moderat, dan tidak radikal.” Katanya.
Acara bedah buku Harmoni di Negeri Seribu Agama digelar setengah hari di Wisma Maluku, dihadiri sekitar 60 peserta. Selain Said Aqil, hadir sebagai pembicara penulis buku Abdul Jamil Wahab, dan Guru Besar UIN Jakarta, Atha’ Mudzhar. (ska/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



