Jakarta, bimasislam—“Dakwah Islamiyah yang selama ini kita lakukan kurang berdampak langsung terhadap perubahan bagi masyarakat untuk lebih baik. Bahkan bisa jadi tidak berdampak sama sekali. Karena itu, kita perlu melihat kembali ke dalam, apa saja kelemaha-kelemahan kita dalam berdakwah”. Demikian dikatakan oleh Dr KH Ma’ruf Amin, Wakil Ketua MUI di hadapan peserta Halaqah Da’awiyyah di kantor MUI Pusat, Jl, Proklamasi, Jakarta (19/9).
Lebih lanjut Ma’ruf menegaskan, dakwah yang kita lakukan memang mendapat tantangan yang sangat berat. Bukan hanya dari eksternal, seperti derasnya arus media informasi yang merasuk dalam alam sosial masyarakat kita, juga secara internal kita banyak mendapat tekanan. “Coba dilihat, betapa umat Islam sendiri banyak muncul kelompok-kelompok liberal dan aliran serta paham menyimpang. Ini kan persoalan serius yang harus diselesaikan umat Islam sendiri, agar masalah-masalah lain dapat ditangani dengan baik. Ada prinsip yang dipegang oleh MUI, bahwa dalam hal perbedaan MUI akan memberikan toleransi. Namun, hal yang terkait dengan penyimpangan harus disikapi”, urainya dengan tegas.
“Setiap perbedaan (khilafiyah) tidak perlu dipersoalkan lagi. Karena jika hal ini disinggung akan menimbulkan dua hal, yaitu ananiyah (ego kelompok) dan ‘ashabiyyah (fanatisme) yang kedua bisa menimbulkan friksi”, tambahnya.
Oleh karena itu, untuk meningkatkankualitas dakwah kita agar memiliki dampak yang nyata terhadap kualitas umat Islam, maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu: pertama, perlunya penajaman sasaran dakwah. Sasaran dakwah ini sangat diperlukan peta dakwah yang harus disajikan secara lengkap dan baik. Kedua, Strategi dakwah (manajemen dakwah). Strategi dakwah ini perlu koordinasi (tamsiqul al-harakah) agar bisa mencapai target dan capaian yang tepat. Ketiga, rijal al-dakwah, yaitu SDM (dai/muballigh) harus dipastikan memiliki kapsitas. “MUI telah melakukan pembinaan dai dan muballigh dengan memberikan sertifikat, bukan sertifikasi terhadap dai dan muballigh”, tutupnya. (thobib/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



