Jakarta, Bimas Islam — Program Salat Tarawih Keliling (STARLING) yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama di Jakarta, Kamis (26/2/2026) di Jakarta, tidak hanya menjadi agenda ibadah bersama. Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi pejabat dan aparatur negara untuk menjaga integritas dalam menjalankan amanah.
Dalam khotbahnya, KH Muhammad Lasupi dari Majelis Dai Kebangsaan menekankan bahwa berbagai kegiatan Ramadan, seperti santunan dan sedekah, tidak boleh berhenti pada aspek seremonial. Ia mengingatkan bahwa setiap amal harus dilandasi ilmu, mengikuti sunah Nabi Muhammad saw., dan diniatkan semata-mata karena Allah Swt.
“Ibadah tidak cukup hanya dilakukan. Ia harus sesuai tuntunan dan dibangun di atas keikhlasan. Amal yang tidak dilandasi niat karena Allah bisa menjadi sia-sia,” ujarnya.
Menurutnya, keikhlasan menjadi fondasi utama dalam setiap ibadah, termasuk dalam pengabdian sebagai pejabat publik. Ia mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan, bukan sekadar posisi yang dinilai manusia.
KH Muhammad Lasupi juga mengingatkan tentang bahaya riya atau keinginan untuk dipuji. Ia menegaskan bahwa riya dapat menghapus nilai pahala, meskipun amal yang dilakukan terlihat besar.
“Orang yang merugi adalah mereka yang merasa telah berbuat baik, tetapi niatnya tidak lurus. Amal yang tampak besar bisa kehilangan nilai di sisi Allah jika dilakukan bukan karena-Nya,” katanya.
Pesan tersebut relevan bagi aparatur negara yang setiap hari bersentuhan dengan pelayanan publik. Di tengah tuntutan kinerja dan keterbukaan informasi, ia mengingatkan agar ibadah dan kegiatan sosial tidak dijadikan sarana pencitraan.
Melalui momentum STARLING, Kementerian Agama berharap terbangun kesadaran bahwa pelayanan publik memiliki dimensi etika dan spiritual. Ramadan menjadi waktu untuk memperbaiki niat, memperkuat integritas, dan memastikan setiap pengabdian dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



