Jakarta, Bimas Islam— Budiyanto (73), buruh serabutan yang tinggal di Rumah Susun Kaligawe, Semarang, tak pernah membayangkan satu kupon jalan sehat akan mengantarkannya ke Tanah Suci. Dari ribuan peserta, namanya terpilih sebagai pemenang hadiah utama paket umrah gratis dalam kegiatan Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (GAS Nikah) yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama di Semarang pada Minggu, 28 September 2025 lalu.
Pengurus PCNU Kota Semarang yang merupakan pendamping Budiyanto, Agus Fathudin, menceritakan bahwa Budiyanto awalnya hanya ikut-ikutan mencari kupon demi mengikuti acara jalan sehat tersebut. Agus kemudian dipercaya untuk mendampingi Budiyanto dalam proses penerimaan hadiah
“Pak Budiyanto tak menyangka akan mendapatkan hadiah utama paket umrah gratis ini. Awalnya ia hanya ikut-ikutan saja mencari kupon untuk ikut jalan santai ini. Alhamdulillah, beruntung mendapat hadiah umrah,” ujar Agus saat dihubungi tim Bimas Islam, Senin (3/11/2025).
Kupon yang Mengubah Nasib
Agus menjelaskan, Budiyanto sempat kesulitan mendapatkan kupon. Setelah mencari dan bertanya kepada peserta lain, ia akhirnya memperoleh satu kupon dari panitia. Kupon itulah yang kemudian menjadi tiket keberkahan.
Budiyanto mengikuti rute jalan santai yang dimulai dari Masjid Raya Baiturrahman, mengitari Bundaran Simpang Lima, lalu kembali ke titik awal. Ia menjalani kegiatan itu tanpa menyangka akan keluar sebagai pemenang utama.
Sehari setelah pengumuman, Senin (29/9), Budiyanto mendatangi kantor PT ABBA Tour di BSB Mijen, Semarang, untuk menerima hadiah resmi. Ia disambut Direktur PT ABBA Tour, H. Jumadi Sastradiharja, beserta jajaran. Dalam kesempatan tersebut, Budiyanto menerima perlengkapan ibadah berupa koper, kain ihram, dan kebutuhan perjalanan lainnya.
“Pak Budiyanto telah berangkat 29 Oktober 2025. Hadiah umrah ini 100 persen gratis, termasuk biaya pembuatan paspor. Semoga beliau mendapat umrah yang mabrur, nyaman, dan penuh kebahagiaan,” kata Agus.
Ibadah 13 Hari Dua Kota Suci
Paket umrah yang diterima Budiyanto merupakan program istimewa berdurasi 13 hari. Ia dijadwalkan menunaikan salat Jumat di Masjidil Haram pada 31 Oktober 2025 dan di Masjid Nabawi pada 7 November 2025.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, menyampaikan harapan agar ibadah Budiyanto berjalan lancar hingga kembali ke tanah air. Ia juga mengungkapkan bahwa Kemenag akan terus menghadirkan program sosialisasi yang dekat dengan masyarakat.
“Kami melihat antusiasme masyarakat luar biasa. Karena itu, Kementerian Agama akan terus melanjutkan sosialisasi pentingnya pencatatan nikah secara resmi, diiringi kegiatan publik yang edukatif, menyenangkan, dan disertai hadiah menarik. Pendekatan seperti ini lebih efektif membangun kesadaran masyarakat,” ujar Zayadi.
Fn/Mr



