Bogor, Bimas Islam --- Komisi VIII DPR RI mendukung penguatan peran Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) dalam penyediaan, pencetakan, dan distribusi mushaf Al-Qur’an bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Hal ini mengemuka saat tim kunker yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Singgih Januratmoko melakukan kunjungan kerja spesifik ke UPQ di Ciawi, Bogor.
Dalam kunjungan tersebut, tim meninjau gedung, sarana prasarana, termasuk fasilitas percetakan Al-Qur’an binaan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Singgih menilai kondisi gedung dan sarana prasarana UPQ saat ini sudah sangat baik. Namun, ia menyoroti kondisi mesin percetakan yang telah digunakan dalam waktu cukup lama dan perlu diperbaharui. Menurutnya, UPQ perlu pengadaan mesin baru agar dapat mendukung optimalisasi kapasitas produksi UPQ.
“Dengan kondisi gedung dan sarana prasarana yang sudah sangat baik, tentu sangat disayangkan apabila masih menggunakan mesin lama. Harapannya, pengadaan mesin baru dapat segera terealisasi,” ujar Singgih, Kamis (20/8/2026).
Selain pengadaan mesin, Singgih juga berharap dukungan berbagai pihak agar anggaran untuk percetakan Al-Qur’an tetap tersedia pada tahun mendatang sehingga kapasitas produksi UPQ dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kalau saya lihat tadi, kemampuan mesin sebenarnya mencapai sekitar 450 ribu mushaf, tetapi kapasitas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan anggaran,” tuturnya.
Menurutnya, dengan asumsi harga sekitar Rp50 ribu per mushaf, kebutuhan anggaran untuk mengoptimalkan produksi 450 ribu mushaf tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp22,5 miliar. “Angka Rp22,5 miliar bukan jumlah yang terlalu besar apabila kita lakukan secara gotong royong. Kita bisa melibatkan BPKH, BAZNAS, dan berbagai lembaga lainnya untuk bersama-sama mendorong percetakan Al-Qur’an ini,” katanya.
“Untuk tahap awal, jangan terlalu muluk. Kita optimalkan dulu kapasitas 450 ribu mushaf. Dengan anggaran sekitar Rp22,5 miliar, Al-Qur’an yang dicetak bisa segera didistribusikan ke berbagai daerah,” tutur Singgih.
Ke depan, setelah mesin baru tersedia, kapasitas produksi UPQ ditargetkan dapat meningkat hingga sekitar 1 juta mushaf. Menurutnya, peningkatan kapasitas tersebut penting mengingat kebutuhan Al-Qur’an di Indonesia masih sangat besar. Karena itu, dukungan pemerintah, DPR, serta berbagai lembaga dan masyarakat perlu diperkuat agar produksi dan distribusi Al-Qur’an dapat menjangkau lebih banyak daerah.
“Kalau kebutuhan sekitar 6 juta mushaf, tentu masih diperlukan beberapa kali lipat dari kapasitas produksi saat ini. Karena itu, kita perlu mendorong penguatan kapasitas produksi UPQ agar kebutuhan Al-Qur’an di seluruh Indonesia dapat dipenuhi secara bertahap,” pungkasnya.
Ia berharap penguatan UPQ dapat segera direalisasikan, baik melalui dukungan anggaran maupun pengadaan mesin baru, sehingga UPQ mampu menjalankan perannya secara optimal dalam menyediakan dan mendistribusikan mushaf Al-Qur’an.
(Kemenag.go.id)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Lantik Pejabat Eselon II Ditjen Pesantren, Menag: Perhatikan Masa Depan Santri dan 42 Ribu Pesantren
Jakarta, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar hari ini melantik lima pejabat eselon II Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama. Pelantikan…



