Jakarta, bimasislam—Fenomena buta aksara Alquran di Indonesia cukup memprihatinkan. Mayoritas umat di negeri ini tidak menjamin pemeluknya serta merta bisa mambaca kitab sucinya, yaitu Alquran, apalagi memahaminya. Terdapat sekitar 65 persen umat Islam Indonesia buta aksara Alquran, alias tidak dapat membaca Alquran. Sementara sisanya 35 persen yang bisa membaca Alquran terdapat 21 persen yang tidak mau membaca Alquran. Demikian dikatakan oleh KH. Cholil Nafis, Ph.D dalam sambutan pembukaan Training of Trainer (TOT) Membaca Alquran Cepat Dalam 3 Jam dengan Metode “Papa-Mama”, di Pesantren Alquran Darul Quran, Jakarta (31/10).
Lebih lanjut Muballigh yang juag menjabat sebagai Ketua Komisi Dakwah MUI ini menambahkan, bahwa menyikapi hal tersebut dibutuhkan kepedulian semua pihak agar jumlah buta huruf Alquran dapat dikurangi.
“Umat Islam harus peduli masalah ini, betapa banyaknya orang yang tidak bisa membaca Alquran. Bagaimana mau memahami Alquran jika membaca saja tidak bisa, dan bagaimana mau mengamalkan. Karena itu, kami di Yayasan ICA membentuk Komunitas Ayo Mengaji (KAM) dengan tujuan pendirian untuk memberantas jumlah buta huruf Alquran. Jika banyak orang yang peduli, maka jumlah buta aksara Alquran dapat dikurangi. Banyak rumah-rumah tahfidz yang dibentuk tetapi tidak diatasi dulu kemampuan membacanya”, tegasnya.
Karena itu, menyikapi hal ini, KAM telah memulai dengan membentuk grup melalui WhatsApp (WA) untuk mewadahi mereka yang ingin belajar ngaji.
“Grup WA yang baru diumumkan sehari semalem di Twitter dengan menyebutkan nomor HP untuk dimasukkan di grup langsung penuh, sebanyak jumlah maksimal anggota grup WA 100 orang. Karena antusiasme yang tinggi dan tidak diakomodir dalam grup WA, maka kami membuat media website KAM dengan alamat: www.ayomengaji.ning.com”, ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ustadz Cholil juga mengungkapkan bahwa untuk melakukan langkah-langkah strategis, pihaknya akan menggerakkan dan menyebarluaskan metode baca Alquran cepat dengan 3 jam dengan metode Papa-Mama yang ditemukan oleh ustad Muhammad Taslim.
“Metode Papa-Mama merupakan cara cepat membaca Alquran, hanya 3 jam. Kemasannya menarik, mudah dipahami. Para peserta TOT yang ikut dalam kesempatan kali ini diharapkan dapat menularkan kepada pihak lain, sehingga menjadi agen penggerak untuk memberantas buta huruf Alquran”, pesannya.
Hadir sebagai peserta TOT adalah para guru TPQ, para santri, ustadz, dan masyarakat umum yang ingin menjadi trainer Baca Cepat Alquran Metode Papa-Mama. Para peserta nampak sangat antusias dengan jumlah yang cukup banyak. (thobib/foto:bimasislam)



