Serang, bimasislam—Meski berpenduduk mayoritas beragama Islam, tidak menjamin masyarakatnya bebas dari buta aksara al-Qur’an, itu terjadi di Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten. Padahal di Kota ini banyak ulama terkemuka dilahirkan. Ulama itu tidak hanya dikenal di Indonesia, bahkan namanya masyhur hingga ke Arab Saudi, tempat agama Islam di turunkan, salah satunya adalah Syeh Nawawi Al-Bantani.
Prihatin dengan kondisi seperti itu, Khatibul Umam (33), salah seorang Penyuluh Agama Islam (PAI) menuturkan, KUA Lebak Wangi menginisiasi pembinaan khusus Guru Ngaji. Menurutnya, persoalan pendidikan baca tulis al-Qur’an adalah PR guru ngaji yang mesti mendapat perhatian khusus.
“Saya prihatin karena banyak anak-anak yang belum bisa baca al-Qur’an, bahkan seumur anak sekolah menengah pertama (SMP) juga banyak yang belum bisa, ini adalah PR (pekerjaan rumah-red) guru ngaji, kedepan sedini mungkin anak harus bisa baca al-Qur’an”, ungkap Umam saat ditemui bimasislam di ruang kerjanya, KUA Kce. Lebak Wangi, Kab. Serang, Jum’at (23/12).
Dikatakan Umam, sebanyak 200 guru ngaji se Kecamatan Lebak Wangi yang merupakan wilayah kerjanya telah rutin dilakukan pembinaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan atas kerjasama dengan Dinas Pendidikan, Kab. Serang.
“Alhamdulillah sebanyak 200 guru ngaji rutin kami lakukan pembinaan, masing-masing desa diwakili 20 guru ngaji, dan pembinaan dilaksanakan selama 3 hari”, ujarnya.
Mereka yang mendapat pembinaan, lanjut Umam, adalah guru ngaji yang melaksanakan kegiatannya di rumah-rumah, mushalla dan pondok pesantren, mereka bahkan menyambut antusias program ini karena dinilai sangat penting.
Adapaun tujuan diadakannya pembinaan ini, Umam menjelaskan bahwa pihaknya menitipkan beberapa taget agar anak memiliki kemampuan membaca dan memahami al-Qur’an sesuai dengan tingkatannya.
“Tujuan diadakannya pembinaan adalah, kami akan menitipkan target-target agar sesuai dengan tingkatan. Kita kuatir guru ngaji ini menyamaratakan materi antara anak Paud, SD dan seterusnya”, terang Umam.
Selain mengadakan pembinaan bagi para guru ngaji, tambah Umam, juga diadakan beberapa program lanjutan. “Selain pembinaan, kita juga lakukan musabaqah baca Al-Qur’an, cerdas cermah, program tahfidz, dan belajar kitab jurumiah”, pungkasnya.
(syam/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



