KUA dan Keluarga Sakinah Teladan 2015
Jakarta, bimasislam – Di tengah hiruk pikuk Penganugerahan Kantor Urusan Agama (KUA) dan Keluarga Sakinah Teladan Tingkat Nasional 2015, Kasubdit Pemberdayaan KUA, Ditjen Bimas Islam, Mohamad Adib Machrus, nampak sibuk. Pria yang juga merupakan salah satu dewan juri pada perhelatan akbar ini mengaku cukup kesulitan menentukan juara satu dan dua pada kategori KUA teladan tingkat nasional itu.
“Yang sangat ketat itu adalah menentukan pemenang antara KUA (utusan) Jateng dan DIY. Keduanya memiliki keunggulan yang khas. Keunggulan (utusan) Yogyakarta terletak pada optimalisasi peran KUA dalam kerjasama lintas sektoral, dan dalam hal pemberdayaan atau pengembangan masyarakat. Sementara Jawa Tengah unggul dalam hal tata kelola manajemen perkantoran yang modern dan profesional. Jawa Tengah sudah punya front office, ada customer service, dan sebagainya seumpama perbankan,” tutur pria berkacamata itu.
Adib mengatakan, dewan juri akhirnya menyepakati untuk memutuskan visi ke depan KUA sebagai penentu dari ketatnya penilaian antara Jawa Tengah dan Yogyakarta. Penetapan Yogyakarta sebagai peraih juara lebih dipengaruhi oleh target mission wajah KUA di masa-masa mendatang. Faktor tuntutan masyarakat yang begitu tinggi kepada visi layanan pemerintah di era kemajuan teknologi, juga ekspektasi terhadap pengembangan masyarakat, serta harapan dari instansi lain agar KUA lebih aktif dalam membangun kerjasama lintas sektoral, terpenuhi oleh utusan dari DI Yogyakarta. Faktor inilah, lanjut Adib, yang menjadikan Yogyakarta unggul, sekaligus menjadi momentum untuk menetapkan dasar-dasar pengembangan KUA ke depan di masa yang akan datang.
“KUA dari Yogyakarta dan Jawa Tengah ini seperti sekeping mata uang. Satu sisi KUA dengan tata kelola perkantoran yang profesional, dan di sisi lain KUA yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat dan stakeholder, yang aktif dalem memberdayakan masyarakat, dan KUA yang aktif dalam menyelesaikan problem-problem kemasyarakatan.” Ujar pria yang sudah 20 tahun mengabdi sebagai pegawai negeri itu.
“Kalau saya boleh memilih, dua-duanya juara. Dan ini akan menjadi role model bagi KUA lainnya se-Indonesia. Namun perlu dipahami ini memang bukan soal menang atau kalah, bukan siapa berada di peringkat mana, tapi soal bagaimana kita mencari teladan!” pungkasnya. (ska/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



