Jakarta, bimasislam— Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggandeng media-media Islam untuk bersinergi menanggulangi paham radikal yang mengatasnamakan agama. Mengawali sinergi itu, lembaga yang dipimpin oleh KH Ma’ruf Amin tersebut menggelar Silaturahmi Media Islam dan Majelis Ulama Indonesia dengan tajuk “Sinergi MUI dan Media Islam: Penguatan Islam Wasathiyah”, di Kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/2).
Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI, Asrori S.Karni mengatakan bahwa acara tersebut merupakan amanah dari Ketua Umum MUI, KH.Ma’ruf Amin, dengan harapan menghasilkan keserasian dalam menyikapi sejumlah fenomena aktual di tanah air.
Dikatakan Asrori, media-media Islam terutama yang berbasis online saat ini memiliki pengaruh yang cukup strategis di tengah-tengah umat sebagai alternatif dari pemberitaan media arus utama.
“Media Islam tumbuh sebagai alternatif dari ketidakpuasan atas media-media mainstream,” ujarnya saat menyampaikan pengantar acara.
Oleh karena itu, lanjutnya, media Islam perlu memperkuat posisi dan profesionalitasnya dalam menyajikan berita. Ia tak memungkiri bahwa ada sebagian media yang mengklaim berbasis Islam, namun tidak cukup profesional dalam penyajian berita.
Selain itu, demikian Asrori, muncul kesalahpahaman bahwa media Islam dicitrakan secara kurang tepat, seperti dikaitkan dengan radikalisme atau kabar-kabar hoax. “Ada juga beberapa media yang mengklaim sebagai media Islam, namun pemberitaannya perlu diperbaiki,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua MUI Bidang Infokom, Masduki Baidhawi, berharap media Islam dapat menjadi mitra organisasi perkumpulan para ulama itu dalam penyebaran dakwah Islam di tanah air.
“Target pertemuan ini ke depan adalah bagaimana MUI sebagai lembaga yang cukup strategis untuk berdakwah, dan rekan media sebagai jaringan dakwah,bisa menjadi dua posisi yang bergerak bersama. ini point pentingnya, bisa bergerak bersama dalam konteks dakwah.” Katanya.
Masduki mengatakan, saat ini ada satu kekuatan yang disebut dengan media sosial, portal-portal, website, dan sebagainya yang bergerak sebagai sebuah kekuatan yang luar biasa. “Dulu, semua orang bergantung pada media mainstream, sekarang tidak lagi”, ujarnya. Oleh karena itu, pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi X DPR itu berharap MUI dan media-media online Islam dapat berbagi peran dalam mencerahkan umat.
Peran yang ia maksud adalah peran dalam memberikan pesan Islam yang moderat dan menumbuhkan ketenteraman di tengah masyarakat.
“Peran seperti apa yang kita inginkan?” lanjutnya, “Kedatangan Islam memberikan kasih sayang dan menambahkan kasih sayang kepada orang lain, sehingga dengan agama kasih sayang itulah orang lain memberikan respek kepada umat Islam.” Dikatakan Baidhawi, hal tersebutlah yang merupakan inti asasi ajaran Islam.
Lebih lanjut, ia mengatakan ada sementara pihak yang menginginkan paham Islam di Indonesia sebagai ajaran yang tidak moderat, “ada sebagian pihak yang anti terhadap persoalan peradaban, namun cinta terhadap kekerasan,” katanya.
Silaturahmi MUI dengan media Islam digelar sejak pagi dan berakhir pukul 16.00. Sekitar 80 media Islam hadir dalam silaturahmi tersebut, di antaranya NU Online, Muhammadiyah, Salam Online, Radio Dakta, Badar TV, Hidayatullah, Dakwatuna, Islampos, Arrahmah, VoA Islam, dan lain-lain. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin didampingi Ketua Bidang Infokom Masduki Baidhawi, Ketua Komisi Dakwah Cholil Nafis, Wakil Direktur LPPOM Sumunar Jati, Sekretaris Komisi Fatwa Asrorun Niam Saleh, dan sejumlah pengurus MUI lainnya.
(sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



