Malang, bimasislam— Di tengah fenomena kekerasan yang seringkali digunakan dengan mengatasnamakan agama, pimpinan tertinggi universitas Al-Azhar, Mesir, Prof. Dr. Ahmad Mohammad Ahmad Al-Tayeb melakukan lawatan ke Indonesia. Selain menjadi simbol kedekatan masyarakat muslim Indonesia dan Mesir serta mempererat hubungan bilateral kedua negara, kunjungan ulama berpengaruh di dunia Islam itu juga membawa misi penyebaran gagasan Islam moderat yang membawa pesan perdamaian.
Demikian diungkapkan mantan Menteri Luar Negeri, Prof. Alwi Shihab yang bertindak selaku promotor saat menyampaikan orasinya pada Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa kepada Grand Syaikh Al-Azhar di UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, Rabu (24/02).
Menkokesra pada Kabinet Indonesia Bersatu itu mengatakan bahwa Grand Syaikh Ahmad Al-Thayeb merupakan sosok yang dikenal sangat menghormati perbedaan pendapat, toleran, menjunjung tinggi perdamaian dan rendah hati. Oleh karena itu menurut alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, dan Temple University, Amerika Serikat itu, kunjungan Grand Syaikh memiliki maka penting bagi kerukunan, harmoni, dan perdamaian bagi masyarakat Indonesia.
Dikatakan Alwi, pemikiran-pemikiran Ahmad Mohammad Ahmad Al-Thayeb harus menjadi pedoman masyarakat Muslim Indonesia dan dunia, terutama generasi muda Islam agar tidak terpengaruh pada pemikiran dan sikap beragama yang mengedepankan kekerasan.
“Kita berharap, penganugerahan gelar doktor kehormatan ini dapat memperkuat niat Grand Syaikh dalam menebarkan perdamaian. Ini perlu dikembangkan di Indonesia agar ini bisa menginspirasi ruang Islam di masa mendatang dengan tantangan global yang semakin kompleks,” terang Alwi Shihab.
Surat Keputusan Rektor tentang Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa Bidang Pendidikan Islam kepada Grand Syeikh Prof. Dr. Ahmad Mohammad Ahmad al-Tayyeb dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Malang Muhammad Zainuddin. Selain Alwi Shihab, bertindak selaku promotor Prof Dr. Machasin, dan Prof. Dr. Baharuddin.
Penganugerahan gelar ini merupakan yang pertama kali digelar UIN Malang untuk warga negara asing. Nampak hadir dalam penganugerahan tersebut sejumlah tokoh nasional antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Mantan Menteri Agama Tholchah Hasan, Quraish Shihab, Hasyim Muzadi, para duta besar negara sahabat, dan sejumlah tokoh lain. (sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



