Bogor, bimasislam -- Kepala Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama Fakhruddin, menyatakan kebanggaannya ketika menerima 34 wakil Keluarga Sakinah Teladan tingkat Nasional, di Ciawi Bogor, Kamis (17/8).
Kehadiran rombongan Keluarga Sakinah Teladan Nasional ke UPQ kali ini merupakan bagian dari kunjungan yang telah diagendakan oleh TIM Penilai Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama dalam rangka pemilihan Keluarga Sakinah Teladan dan Kepala KUA Teladan Tahun 2017.
Dalam sambutannya Fakhrudin merasa senang dan bangga mendapatkan kunjungan 34 Keluarga Sakinah Teladan yang datang dari seluruh Provinsi di Indonesia.
“Sungguh rasa syukur dan bangga kami rasakan saat ini, karena tepat pada hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72, UPQ Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama dapat menerima kunjungan dari para wakil Keluarga Sakinah Teladan Nasional, sekali lagi ini adalah silaturrahmi yang besar, sambut Fakhrudin.
Hampir lebih dari satu jam, Fakhrudin menjelaskan dengan runtut dan lugas kepada tamu rombongan terkait proses pencetakan Al-Qur'an yang telah dimulai UPQ sejak Tahun 2016 lalu, hingga keberadaan ragam serta corak cover mushaf nusantara yang masuk ke lembaganya tersebut.
“Alhamdulillah hingga 2017 ini pencetakan Al-Qur’an di UPQ sudah ada sekitar 110 ribu jumlahnya, terdiri dari 100 ribu dalam bentuk mushaf dan 10 ribu yang disertai terjemah”, ungkap Fakhrudin menjawab salah satu pertanyaan dari pasangan Keluarga Sakinah asal Provinsi Banten.
Tterkait tahapan pencetakan, Fakhrudin menambahkan bahwa ada 7 tahapan yang dilewati, sebelum pencetakan Al-Qur’an dinyatakan siap, yaitu mulai dari penyiapan materi, kemudian dami, pengecekan lagi, dilanjutkan ke tim lajnah, hingga bolak-balik pengecekannya berkali-kali sampai benar-benar tidak ada kesalahan lagi.
Menyambut antusiasme para wakil Keluarga Sakinah Nasional, Fakhrudin dengan bangga turut memperlihatkan juga beberapa contoh mushaf yang memiliki karakteristik khas nusantara yang dicetak di UPQ.
“Perlu kami sampaikan, bahwa Unit Pencetakan Al-Qur’an yang memiliki hampir 70 pegawai yang terdiri dari PNS dan honorer ini, juga memiliki beberapa contoh Mushaf yang dicetak berdasarkan corak cover dan isi asal beberapa daerah di Nusantara, seperti Banten, Mataram, Jambi hingga Jogja, papar Fakhrudin.
Menyikapi pemaparan terakhir Fakhrudin, seorang wakil dari provinsi Kalimantan Timur, Abdul Hakim dengan semangat menyatakan kesanggupan dirinya untuk menjadi Duta Wakaf Al-Qur’an di daerah yaitu dengan mendorong Pemerintah Provinsi tempatnya berasal agar dapat turut mewakafkan al-Qur’an dan mencetaknya di UPQ, untuk kemudian disebarkan kepada masyarakat pembaca yang membutuhkan.
“Saya kira sudah saatnya, ketika pulang ke daerah masing-masing nanti perlu dikampanyekan keberadaan Unit pencetakan Al-Qur’an miliki Kementerian Agama ini, sehingga para pemimpin daerah yang dinilai peduli terhadap pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bermasyarakat, wabil khusus untuk merawat kesakinahan keluarga dapat turut andil dan mendapatkan kebarokahan bersama, dan untuk hal ini saya siap untuk menjadi duta wakaf Al-Qur’an di daerah”, pungkas Abdul Hakim.
(syafaat/syam/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



