Bogor, Bimas Islam — Program 100.000 Khataman Al-Qur’an yang melibatkan Penyuluh Agama Islam di seluruh Indonesia melampaui target. Hingga puncak kegiatan pada Rabu (17/6/2026), tercatat sebanyak 144.800 khataman Al-Qur’an dari 34 provinsi. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena sejumlah daerah belum menyelesaikan rekapitulasi laporan.
Capaian tersebut diumumkan dalam kegiatan 100.000 Khataman Al-Qur’an yang dipusatkan di Auditorium Pusat Literasi Keagamaan Islam (PLKI), Ciawi, Bogor. Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta secara luring dan lebih dari 1.000 peserta melalui Zoom Meeting.
Berdasarkan data nasional, Jawa Tengah menjadi penyumbang khataman terbanyak dengan 21.573 khataman, disusul Jawa Barat sebanyak 19.724 khataman dan Jawa Timur 12.724 khataman. Lima provinsi dengan kontribusi terbesar, yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Sumatra Barat, menyumbang 59,3 persen dari total khataman nasional.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, gerakan membaca Al-Qur’an perlu terus dilanjutkan sebagai bagian dari penguatan spiritualitas dan karakter umat.
“Kita melampaui target 100.000 khataman Al-Qur’an. Khataman Al-Qur’an ini bukan hanya simbolik, tetapi menjadi momentum memperkuat spiritualitas dan karakter umat,” ujarnya.
Abu juga mengajak seluruh peserta untuk mendoakan kemajuan bangsa dalam rangkaian khataman tersebut. “Berkahnya sangat luar biasa sehingga nanti tolong dalam doa-doa yang dipanjatkan, doakan juga bangsa kita makin maju, sejahtera, para pemimpinnya juga diberikan kemampuan untuk memajukan Indonesia,” katanya.
Pada kesempatan itu, Abu menilai Tahun Baru Islam merupakan momentum yang tepat untuk melakukan refleksi dan meningkatkan produktivitas, baik dalam ibadah maupun karya. "Waktu tidak akan pernah kembali. Karena itu, momentum Muharam harus menjadi pengingat bagi kita untuk memanfaatkan setiap kesempatan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Abu menambahkan, gerakan ini menunjukkan kuatnya peran Penyuluh Agama Islam sebagai penggerak kehidupan keagamaan di tengah masyarakat. Dengan melibatkan lebih dari 8,2 juta kelompok binaan di 34 provinsi, kegiatan tersebut menegaskan bahwa Al-Qur’an tetap menjadi perekat kebangsaan sekaligus sumber inspirasi dalam membangun kehidupan yang harmonis.
Sementara itu, Kasubdit Bina Penyuluh Agama Islam, Jamaluddin M. Marki, mengatakan, capaian tersebut mencerminkan tingginya partisipasi penyuluh agama dalam menyemarakkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah melalui gerakan membaca Al-Qur’an secara serentak.
“Target 100.000 khataman telah terlampaui menjadi 144.800 khataman bahkan masih mungkin bertambah, dengan total wilayah 34 provinsi dan total binaan sebanyak 8,2 juta orang. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan dan menunjukkan semangat para penyuluh agama Islam di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Jamaluddin menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Penyuluh Agama Islam terhadap program Peaceful Muharam yang diinisiasi Ditjen Bimas Islam.
“Melalui Peaceful Muharam, gerakan ini diharapkan menjadi ruang bersama untuk memperkuat spiritualitas, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih damai, produktif, dan membawa maslahat bagi sesama,” katanya.
Kegiatan ini sejalan dengan Asta Protas Menteri Agama Nasaruddin Umar, terutama pada agenda peningkatan layanan keagamaan yang berdampak, melalui penguatan dimensi spiritual dan kapasitas pembinaan para penyuluh agama Islam.
Melalui Peaceful Muharam, Kementerian Agama berharap semangat hijrah tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun, tetapi juga sebagai momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, damai, dan bermanfaat bagi sesama.
Mwr/Mr



