Jakarta, Bimas Islam — Lebih dari 50 ribu masjid dan musala di seluruh Indonesia mengikuti Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) yang digelar Kementerian Agama (Kemenag), Senin (10/8/2026). Kegiatan ini dipusatkan di Masjid Fatahillah, Balai Kota Jakarta, dan dilaksanakan secara serentak dengan melibatkan penyuluh agama, penghulu, serta pengurus masjid.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan, jumlah tersebut masih dapat bertambah karena pelaksanaan Geber Mas berlangsung sepanjang hari. “Secara luring maupun daring, kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 50 ribu masjid dan musala di seluruh Indonesia,” ujar Abu Rokhmad.
Menurutnya, data tersebut merupakan jumlah yang tercatat pada awal pelaksanaan. Partisipasi masjid dan musala masih terbuka sehingga jumlahnya akan terus bertambah selama kegiatan berlangsung.
Geber Mas menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Gerakan ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas Menteri Agama, khususnya ekoteologi dan pemberdayaan rumah ibadah.
“Bersih-bersih masjid ini merupakan bagian dari menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Ini juga bagian dari pelaksanaan dua program prioritas Menteri Agama, yaitu ekoteologi dan pemberdayaan rumah ibadah,” katanya.
Abu Rokhmad mengatakan, Geber Mas juga mendukung arahan Presiden melalui gerakan Indonesia Asri untuk mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah. Karena itu, kebersihan rumah ibadah perlu menjadi perhatian bersama dan dilakukan secara berkelanjutan.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kebersihan masjid dan musala diharapkan menjadi kebiasaan yang dilakukan secara rutin oleh masyarakat dengan dukungan penyuluh agama di setiap wilayah.
“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya selesai pada hari ini saja, tetapi secara berkesinambungan terus dilakukan oleh teman-teman, terutama para penyuluh agama di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Menurut Abu Rokhmad, semangat menjaga kebersihan juga telah diwujudkan melalui gerakan kebersihan kawasan secara rutin. Di DKI Jakarta, kegiatan bersih-bersih kawasan dilakukan setiap Rabu, sedangkan di wilayah lain didorong berlangsung setiap Jumat.
Dalam Geber Mas, penyuluh agama diminta memberi perhatian khusus terhadap fasilitas yang berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kesehatan jamaah. Tempat wudu serta toilet atau kamar mandi menjadi bagian yang perlu dipastikan kebersihannya.
“Teman-teman para penyuluh agama kami harapkan memberikan perhatian yang lebih kepada rumah-rumah ibadah, supaya masjidnya bersih, musalanya bersih. Area-area yang sangat kritis seperti tempat wudu dan toilet atau kamar mandi menjadi sasaran yang paling penting,” katanya.
Gerakan tersebut sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasharuddin Umar agar rumah ibadah tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat. Kebersihan menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan lingkungan rumah ibadah yang sehat dan mendukung kekhusyukan jamaah.
Abu Rokhmad berharap lingkungan rumah ibadah yang bersih dapat memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan masyarakat dalam beribadah.
“Kalau masjidnya bersih, tempat ibadahnya bersih, insyaallah ibadahnya juga semakin nyaman dan khusyuk,” tuturnya.
Selain aksi bersih-bersih, rangkaian Geber Mas di Masjid Fatahillah juga diisi dengan penanaman pohon di sekitar kawasan masjid. Penanaman dilakukan Menteri Agama Nasharuddin Umar, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad, serta Gubernur DKI Jakarta yang diwakili Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim.
Penanaman pohon tersebut memperkuat pesan Geber Mas yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan rumah ibadah, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan. Gerakan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan rumah ibadah yang bersih, sehat, hijau, dan nyaman secara berkelanjutan.
Msk/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Lantik Pejabat Eselon II Ditjen Pesantren, Menag: Perhatikan Masa Depan Santri dan 42 Ribu Pesantren
Jakarta, Bimas Islam --- Menteri Agama Nasaruddin Umar hari ini melantik lima pejabat eselon II Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama. Pelantikan…



