Jakarta, bimasislam—“Saya berikan apresiasi kepada Kementerian Agama yang menerima dengan tulus terhadap penilaian kinerja Kementerian/Lembaga yang dilakukan oleh Kemenpan RB tempo hari. Saya melihat, Kemenag di bawah kepemimpinan pak Lukman terus berupaya meningkatkan akuntabilitas kinerja. Tentu sikap terbuka dan legowo seperti ini jauh lebih baik daripada mereka yang marah-marah. Baru kali ini saya diundang untuk menyampaikan terkait kinerja K/L, sehingga menjadi alasan saya harus hadir di tempat ini”. Demikian dikatakan Menteri Kemenpan RB, Yudhi Chrisnandi, di hadapan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, dan pejabat eselon 1 dan 2 di lingkungan Kemneterian Agama.
Lebih lanjut Yudhi menjelaskan bahwa semangat Menteri Agama perlu diberikan apresiasi karena terus membenahi Kementerian yang memiliki Sakter terbesar, yaitu sekitar 4.484, dengan jumlah sekitar 220 ribu pegawai.
“Membangun Kementerian Agama yang memiliki Satker 4.484 dengan jumlah pegawai sekitar 220 ribu orang bukanlah hal yang mudah. Kami saja yang hanya memiliki pegawai 380 orang begitu sulit membenahi mereka. Selalu saja ada orang atau pihak yang melakukan hal-hal yang tidak baik. Bisa dibayangkan bagaimana meningkatkan akuntabilitas Kemenag dengan jumlah Satker dan pegawai yang begitu banyak”, terang menteri dari parati Hanura ini.
Yudhi juga menambahkan bahwa birokrasi sebagai jantung pelayanan publik harus benar-benar mereformasi dirinya agar dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan. Indonesia harus membuktikan kepada kepada dunia tentang pentingnya birokrasi yang modern kelas dunia.
“Seperti bapak presiden tekankan bahwa birokrasi pemerintahan kita harus benar-benar berbenah. Presiden menginginkan birokrasi di Indoensia berkelas dunia. Sehingga setiap kita sebagai aparatur negara yang diberikan banyak karunia, difasilitasi oleh negara, berikan penghasilan dari negara, harus memiliki komitmen untuk mewujudkan bhakti terbaik buat negara dan bangsa”, tegasnya.
Dalam uraian panjangnya, Menpan RB tersebut menjelaskan bahwa untuk menjadi lembaga yang kredibel dan memiliki akuntabilitas yang baik, setidaknya melakukan 5 hal penting, yaitu: Pertama, perencanaan kinerja. Setiap instansi harus memiliki perencanaan yang baik, tepat, dan jelas sasarannya, baik di level input, output, maupun outcomes.
Kedua, pengukuran kinerja secara berkala dengan metode yang jelas, dan terukur. Apa yang kita lakukan harus dapat diukur dengan membandingkan antara target dengan capaian. Ketiga, pelaporan kinerja dengan dilakukan secara berjenjang, dari unit terbawah hingga ke unit tertinggi. Keempat, evaluasi kinerja untuk mengevaluasi keberhasilan, kegagalan, hambatan, dan tantangan yang dihadapi pada setiap unit, terbawah hingga tertinggi. Kelima, capaian kinerja, yang dihasilkan instansi pemerintah pada kurun waktu satu tahun. (thobib/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



