Jakarta, bimasislam-- Lembaga Percetakan al-Qur’an (LPQ) kini berubah menjadi satuan kerja tersendiri yang berada di bawah binaan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dengan nama Unit Percetakan Al-Quran (UPQ). Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Machasin menegaskan tidak hanya nama saja yang berubah tapi juga manajemennya.
Mesin-mesin peninggalan LPQ hingga saat ini dalam kondisi baik dan terawat. Namun mesin utama yang kemampuan cetaknya utama 144.000 eksemplar perbulan, tidak diimbangi mesin lain, khususnya mesin finishing yang hanya dapat mengerjakan kurang lebih 5000 eksemplar perbulan. Guru Besar Sejarah Kebudayan Islam Universitas Islam Negri( UIN) Kalijaga Yogyakarta menambahkan, guna meningkatkan Produktivitas UPQ saat ini sedang berjalan proses pengadaan lima mesin pendukung finishing untuk mengimbangi kecepatan pencetakan.
“Yaitu ada Mesin Computer To Plate (CTP), Mesin Counter Steker (penghitung dan pemilah kertas tercetak), mesin lem otomatis, mesin Gathering (penyusun kateren lengkap satu buku) otomatis dan mesin jahit benang otomatis,” jelasnya
Nantinya jika semua mesin tersedia, kapasitas pengadaan mushaf baik pencetakan maupun finishing bisa mencapai 19.000 eks per bulan. Dengan jam kerja 07.30 – 16.00 WIB. Bahkan jika dengan tambahan jam kerja dan tenaga produksi dapat ditingkatkan menjadi 300.000 eksemplar dalam 1 tahun.
Sementara itu, pengadaan mushaf Al Qur’an tahun 2015 terpaksa dilakukan dengan proses tender, Machasin menjelaskan, karena saat itu struktur UPQ belum selesai diisi dengan pegawai yang diperlukan. Kemudian DIPA dan Pengelola DIPA juga belum tersedia. Pengisian jabatan pendukung seperti pegawai pengelola DIPA, staf pengelola keuangan dan staf lainnya baru selesai pada bulan Mei 2016.
“Kita kan harus melihat kondisi yang ada, Apalagi harus mencetak sebanyak 1.200.000 eksemplar dari 1.500.000 yang direncanakan. Jadi, baru pada tahun inilah dapat dilakukan pencetakan sendiri. Jelas (pengadaan dengan tender itu) bukan karena alasan yang lain-lain,” tambahnya.
Guna melayani kebutuhan Alquran dan kesiapan hasil berbenah serta bukti kinerja UPQ tahun 2016 pencetakan Al-Quran dimulai september 2016 dengan total produksi 35.000 eksemplar.
(moko/thobib/bimasislam)



