Batam, bimasislam— Perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXV di Provinsi Kepulauan Riau telah telah berlalu dan berjalan dengan suskes. Ada lima fakta menarik dibalik suksesnya hajatan akbar tersebut. Bimasislam merangkumnya untuk Anda.
Dikunjungi Warga Negara Malaysia dan Singapura
Jarak Pulau Batam yang hanya 34,6 KM dari Singapura menjadikan masyarakat Negeri Singa itu turut berkunjung untuk melihat langsung perhelatan MTQ Nasional ke-25. Hal serupa juga terjadi pada Warga Negara Malaysia. Mereka datang untuk melihat pagelaran akbar tersebut sekaligus mengunjungi Pameran Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) VIII yang digabungkan dengan perhelatan MTQ untuk berbelanja souvenir dan wisata kuliner.
Nilai Transaksi Pameran Capai Rp 1 Milyar
Berdasarkan data dari analis Bank Indonesia, uang transaksi selama Pameran PPKI VIII yang disandingkan dengan perhelatan MTQ menembus angka Rp 1 Milyar. Data menyebutkan Pameran PPKI ini dikunjungi 10.000 orang pada hari kerja, dan 20.000 orang pada akhir pekan dengan total keseluruhan pengunjung mencapai 90.000 orang. Transaksi riil yang menembus angka 1 M ini khusus di arena pameran dan tidak termasuk bazaar pendukung. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu mengaku terkesan dengan perpaduan PPKI dengan MTQ ini. Ia mengatakan bahwa pameran ini bisa menjadi perintis wisata islami.
Ekonomi Kepri Naik Dua Digit
Dampak pehelatan MTQ Nasional XXV di Batam demikian besar. Koordinator Pameran Produk Ekonomi Kreatif (PPKI) VIII Guntur Sakti mengatakan dampak kegiatan akbar MTQ Nasional XXV dan PPKI berdasarkan data Bank Indonesia, yakni terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi Kepri dari 6,2 menjadi 6,4. Dampak pertumbuhan ekonomi ini tak lepas dari daya saing infrastuktur penunjang pelaksanaan MTQ, termasuk revitalisasi Masjid Agung Batam serta perputaran ekonomi. Hajatan akbar ini sukses menggerakan 40 sektor ekonomi mulai dari tukang ojek hingga pariwisata dan perhotelan.
Sempat Diterjang Badai Gusty, MTQ tetap berjalan lancar
Perhelatan MTQ Nasional XXV yang digelar di Dataran Engku Putri sempat diwarnai hujan dan angin. Hujan sudah menemani sejak pembukaan MTQ barusaja dimulai. Puncaknya terjadi pada Kamis (12/06) malam ketika turun Badai Gusty yang menumbangkan pepohonan di beberapa ruas jalan di kota Batam. Namun demikian, panitia dan pemerintah kota Batam dengan cepat mengantisipasi dan menangani badai tersebut. Dinas Kebersihan Kota Batam menurunkan 200 personil yangdengan sigap melakukan pembersihan di area MTQ sehingga perhelatan akbar tersebut tetap berjalan dengan lancar dan sesuai rencana, tak terganggu suatu apapun.
Kepri Raih Juara Umum
Provinsi Kepulauan Riau keluar sebagai Juara Umum setelah memenangkan 33 kategori perlombaan. Penetapan pemenang ini sesuai dengan surat keputusan yang ditandatangani oleh Ketua Dewan Hakim Said Aqil al-Munawar dan Sekretaris Mukhlish Hanafi tentang Penetapan Juara Umum dan Peringkat 10 Besar MTQ Nasional XXV Tahun 2014. Pada perhelatan MTQ sebelumnya, prestasi dari provinsi yang berdekatan dengan Negeri Singa ini terus menunjukan grafik yang selalu meningkat dari tahun ke tahun. Saat MTQ Nasional XXIII di Bengkulu tahun 2010 lalu, Kepri meraih juara IV, sedangkan pada MTQ Nasional XXIV tahun 2012 di Ambon, posisi Kepri meningkat ke posisi III. Demikian pula pada perhelatan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional XXII tahun 2013 yang digelar di Provinsi Bangka Belitung, Kepri meraih juara kedua. (Ska/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



