Bandung, Bimas Islam — Masjid Al Kholil Cicalengka menjadi salah satu titik persinggahan favorit pemudik di jalur utama Bandung–Garut–Tasikmalaya. Berada di sepanjang jalur Cicalengka–Nagreg yang menghubungkan wilayah Priangan Timur, masjid ini hampir setiap hari dipadati oleh para pemudik yang melintas.
Masjid yang berada di bawah naungan Yayasan Al Multazam ini difungsikan sebagai Masjid Ramah Pemudik melalui kerja sama dengan KUA Cicalengka. Kolaborasi ini memungkinkan pemanfaatan fasilitas masjid secara optimal untuk mendukung kenyamanan para musafir selama arus mudik Lebaran.
Sejalan dengan itu, Kasubdit Kemasjidan, Nurul Badruttamam, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan pihak yayasan dan pengurus masjid. Ia juga menyoroti hadirnya posko pemudik yang dijaga oleh penghulu dan penyuluh, serta didukung oleh anggota Satuan Karya Pramuka (Saka) Amal Bakti yang terdiri dari siswa-siswi madrasah.
“Alhamdulillah, berkat kolaborasi berbagai pihak, Masjid Al Kholil menjadi salah satu dari empat masjid yang difungsikan sebagai Masjid Ramah Pemudik di jalur strategis Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Ketua DKM Masjid Al Kholil, Hermawan, mengungkapkan bahwa setiap hari lebih dari 200 pemudik singgah di masjid tersebut. Dengan jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 2.000 jamaah akan memanfaatkan fasilitas masjid selama periode mudik dan arus balik tahun ini.
“Berdasarkan data dari petugas parkir, rata-rata sekitar 200 orang per hari, bahkan pada hari tertentu bisa lebih dari itu,” ungkapnya saat ditemui pada Rabu (18/03/2026).
Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, pengurus masjid telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, seperti area parkir yang luas serta selasar masjid yang dapat digunakan sebagai tempat beristirahat. Selain itu, aspek keamanan dan kebersihan juga menjadi perhatian utama dengan adanya petugas yang siaga selama 24 jam.
“Insya Allah, keamanan dan kenyamanan pemudik adalah prioritas kami. Semoga para pemudik dapat beristirahat dengan nyaman dan melanjutkan perjalanan dengan aman hingga sampai tujuan,” pungkasnya.
Sebagian besar pemudik yang singgah berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Mereka merasakan manfaat besar dari kehadiran Masjid Al Kholil sebagai Masjid Ramah Pemudik. Tidak sedikit yang memanfaatkan waktu hingga dua jam untuk beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Diharapkan, kehadiran masjid ini tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga membawa keberkahan serta keselamatan bagi para pemudik dalam perjalanan mereka.
Mwr/Mr
Mwr/Mr



