Jakarta, bimasislam— Mantan Menteri Pertanian era SBY Jilid I, Anton Apriyantono, mengatakan bahwa seluruh produsen makanan, minuman, dan obat-obatan harus memastikan produk-produknya halal. Penjaminan halal pada konsumen muslim dimulai dari adanya kewajiban kepada produsen untuk menyediakan produk yang halal. Demikian dikatakannya di hadapan peserta Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Iluni Program Studi Timteng dan Islam di Gedung PPs UI, Jakarta (13/6).
“Inti dari penjaminan halal pada konsumen muslim harus menekankan kepada wajibnya produsen menyediakan produk-produk halal. Dalam peraturan perundang-undangan, seharusnya disebutkan tentang klausul ini. Jika tidak ada, sebaiknya Kemenag memasukkan dalam Peraturan Pemerintah agar disebutkan secara langsung tentang itu”, tegasnya.
Lebih lanjut Anton mengatakan bahwa kewajiban produsen itu bukan terletak pada pada kewajiban sertifikasinya, tetapi lebih pada perlunya mereka memastikan produk-produknya halal.
“Kalau kewajiban produsen itu membuat sertifikasi halal, ini menjadi kendala serius bagi UKM produk makanan dan minuman yang jumlahnya mencapai sembilan juta. Jika ini dipaksakan kepada mereka, betapa sulitnya hal itu benar-benar terwujud. Prinsipnya adalah, produsen wajib menyediakan produk halal, jika ada yang haram maka diancam pidana. Sementara bagi kalangan non muslim cukup disebutkan dengan kalimat ‘kecuali bagi umat non-muslim’”, ujarnya.
Sementara itu, Direktur Urais dan Pembinaan Syariah yang diwakili oleh Kasubdit Produk Halal, Siti Aminah, yang sebelumnya menyampaikan keynote speech menegaskan bahwa Kementerian Agama telah melakukan sosialisasi kepada para produsen makanan minuman tentang pentingnya mereka menyediakan produk halal.
“Selama ini Kemenag telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang kecil, salah satunya kelompok UKM Bank Syariah Mandiri. Rata-rata mereka tidak terlalu peduli soal kehalalan. Namun demikian kami terus melakukan upaya sosialisasi. Selain itu kami juga memberikan bantuan kepada UKM dalam bentuk dana sertifikasi halal”, ungkapnya. (thobib/foto:bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



