Tangerang, bimasislam— Di bulan Suci Ramadhan 1436 H, membaca al-Qur’an di tempat publik menjadi tren baru di sebagian masyarakat Muslim. Pantauan bimasislam, tak sedikit umat Islam yang terlihat asyik membaca al-Qur’an di dalam gerbong kereta api, bus kota, di halte, stasiun dan fasilitas publik lainnya. Seperti yang terlihat di dalam kereta api commuter line jurusan Duri-Tangerang, Jumat (03/07).
Sebagian di antara yang asyik membaca al-Qur’an di tempat publik itu terlihat membawa mushaf al-Qur’an ukuran saku, atau dengan memanfaatkan aplikasi dari telepon seluler. Seperti yang dilakukan Wahyu, pria yang berdomisili di Tangerang, Banten, itu mengaku terbiasa membaca Kitab Suci al-Qur’an di manapun berada selama tempat tersebut memungkinkan. Saat ditanya oleh bimasislam, karyawan sebuah perusahaan media nasional itu mengatakan bahwa Membaca al-Qur’an itu sebuah kebutuhan. “Jika kita sudah membutuhkannya, kita akan selalu rindu untuk membacanya,” tutur Wahyu yang mengaku selalu menjaga wudhu saat hendak bepergian agar nyaman dalam membaca al-Qur’an.
Hal senada dikatakan oleh Arif, pegawai di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini mengaku terbiasa membaca al-Quran di Kereta sambil memanfaatkan waktu agar tidak sia-sia. “Saya biasanya baca (Qur’an) saat berangkat dan pulang kerja. Saya rasa ini lebih bermanfaat daripada cuma main games atau dengerin musik,” kata Arief kepada bimasislam.
Kepala Seksi Pembinaan Syariah, Ditjen Bimas Islam, Jamaluddin Marky mengatakan fenomena membaca al-Qur’an di tempat publik ini merupakan sebuah tradisi yang sangat bagus. “hal semacam ini sebetulnya merupakan pemandangan sehari-hari di Timur Tengah, tak hanya di bulan suci Ramadhan, tapi biasanya ramai saat menjelang ujian,” Ujar alumni Universitas al-Azhar, Mesir yang berharap tren positif ini tidak hanya ramai di Bulan Ramadhan, tapi berlanjut di bulan-bulan berikutnya.
Namun demikian, Jamal berpesan agar dalam membaca al-Qur’an, umat Islam tetap menjaga adab terhadap kitab suci. "jangan sampai perbuatan baik itu mengganggu sesama penumpang, misalnya dengan suara keras atau membawa al-Qur’an ukuran yang terlalu besar. Perhatikanlah adab membaca al-Qur’an, karena al-Qur’an adalah kalam Allah Yang Maha Suci” pesannya. (ska/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



