Kuningan, Bimas Islam — Masjid Agung Al-Istiqomah Kabupaten Kuningan disiapkan sebagai masjid ramah pemudik untuk melayani masyarakat yang melintas di jalur mudik selatan Jawa Barat pada musim Idulfitri 1447 H/2026 M. Keberadaan masjid ini diharapkan menjadi tempat singgah yang nyaman bagi pemudik untuk beristirahat sekaligus menunaikan ibadah di tengah perjalanan.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, meninjau langsung kesiapan layanan tersebut di Masjid Agung Al-Istiqomah, Kuningan, Jawa Barat, Senin (16/3/2026). Ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pengurus masjid, penyuluh agama, dan jajaran Kementerian Agama Kabupaten Kuningan dalam menyiapkan layanan bagi para pemudik.
“Keberadaan masjid ramah pemudik seperti Masjid Agung Al-Istiqomah sangat penting untuk memberikan layanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh,” ujar Abu.
Ia menjelaskan, masjid memiliki posisi strategis sebagai ruang pelayanan umat, terutama bagi para musafir. Dengan fasilitas yang umumnya memadai seperti area parkir, tempat ibadah, air bersih, dan ruang terbuka, masjid dapat menjadi tempat istirahat yang layak dan mudah diakses oleh pemudik.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pelayanan umat. Pemudik dapat beristirahat dengan nyaman sekaligus menunaikan ibadah di perjalanan,” katanya.
Menurut Abu, program Masjid Ramah Pemudik merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia berharap semakin banyak rumah ibadah yang terlibat dalam memberikan layanan sosial selama musim mudik.
Rangkaian peninjauan ini merupakan bagian dari monitoring nasional program rumah ibadah ramah pemudik. Sehari sebelumnya, Ahad (15/3/2026), peninjauan dimulai dari Masjid Jami Nurul Muqarrobin Subang, dilanjutkan ke KUA Sukra Indramayu, kemudian ke Vihara Budhi Asih Jatibarang, serta berakhir di Masjid Jami An-Nur Karawang. Pada Senin (16/3/2026), kunjungan berlanjut ke Masjid Rest Area KM 166A Tol Cipali, kemudian ke Masjid Agung Al-Istiqomah Kuningan, dan ditutup di Masjid Jami Al-Huda.
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Agung Al-Istiqomah, Jajang Sofyansyah, mengatakan bahwa pihaknya bersama masyarakat telah menyiapkan berbagai layanan untuk mendukung kebutuhan pemudik selama musim mudik.
Ia menjelaskan bahwa lokasi masjid yang berada di pusat aktivitas masyarakat dan dekat dengan pasar menjadi nilai strategis sebagai tempat singgah bagi pemudik yang melintas di jalur selatan Jawa Barat.
“Alhamdulillah masyarakat memberikan dukungan besar terhadap berbagai kegiatan keagamaan di masjid ini,” ujar Jajang Sofyansyah, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, pengurus masjid tidak hanya menyiapkan fasilitas ibadah, tetapi juga area istirahat yang dapat dimanfaatkan pemudik untuk melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan.
Selain itu, pengurus masjid juga mengoordinasikan berbagai kegiatan keagamaan selama Ramadan, termasuk pelaksanaan zakat fitrah. Di wilayah sekitar masjid terdapat sekitar 68 musala yang menjadi bagian dari jaringan pelayanan keagamaan bagi masyarakat dengan jumlah penduduk sekitar 10.000 jiwa.
“Kami berharap keberadaan Masjid Agung Al-Istiqomah sebagai masjid ramah pemudik dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan umat di tengah kehidupan sosial,” tandasnya.
An/Mr
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



