Bangka, bimasislam— Berlokasi tepat di seberang hutan kota, jalan Ahmad Yani, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bangka, terdapat sebuah masjid yang berdiri megah dan gagah. Masjid itu dikenal dengan sebutan Masjid Agung Bangka. Pantas saja masjid tersebut mendapatkan pujian dan menjadi kebanggaan masyarakat Pulau Bangka, sebab Masjid Agung ini telah menyabet gelar sebagai finalis masjid percontohan tingkat nasional yang baru-baru ini dilaunching Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, di Hotel Lumire, Jakarta Pusat.
Saat penganugerahan Masjid Percontohan Nasional, Bupati Bangka yang juga menjabat sebagai pembina beserta Ustadz Saiful Zuhri sebagai Ketua Badan Pelaksana Pengelolaan masjid menerima penghargaan Piala dan Piagam masjid Agung percontohan tingkat nasional dari Dirjen Bimas Islam, Abdul Jamil.
Mulai tahun 2016, Masjid Agung Bangka berada di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Bangka, dimana seluruh aset masjid dimasukan sebagai aset Pemkab Bangka. Artinya, bantuan operasional masjid tersebut ditanggung oleh pemerintah daerah setempat. Pengalihan pengelolaan masjid tersebut secara resmi dilaksanakan setelah serah terima dari Yayasan Masjid Agung kepada Pemkab Bangka akhir tahun 2015 lalu.
Menyusul serahterima tersebut, Kabag Kesra dan Kemasyarakatan Setda Bangka, Rahmani menjelaskan bahwa setelah aset Masjid Agung diserahterimakan menjadi aset Pemerintah Kabupaten Bangka, bupati mengeluar peraturan Bupati Bangka Nomor 1 tahun 2016 tentang pengelolaan Masjid Agung dan fasilitas pendukung lainnya.
Serah terima tersebut dilakukan dengan tujuan agar pengelolaan serta manajemen masjid bisa berjalan dengan lebih baik, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Pokja Penyuluh Agama Islam Kabupaten Bangka, Farhan, yang menyebut bahwa maksud serahterima itu tak lain bertujuan agar Masjid Agung Sungailiat bisa lebih baik.
"Saat ini Masjid Agung Bangka dikelola Badan Pengelola Masjid Agung Sungailiat dengan ketua Sekda Bangka, dan sudah ditunjuk pengurus harian yang mengelola masjid Agung," jelas Rahmani.
Untuk diketahui, sejak tahun 2000 Masjid Agung Bangka mulai direhabilitasi secara bertahap. Setiap tahunnya, terus dilakukan penambahan kamar mandi dan tempat wudhu di sebelah kiri Masjid, renovasi ruangan bagian dalam, pemasangan keramik, serta penambahan sejumlah ornamen kaligrafi, dan pembangunan menara.
Saat ini, masjid yang dibangun sejak 1979 tersebut telah dilengkapi dengan perpustakaan, serta taman dan tempat parkir yang luas. Masjid Agung berukuran 35 x 30 M itu kini dapat menampung 2.500 orang jamaah dan menjadi salah satu destinasi wisata religi Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka. Pada tiap Hari Besar Islam seperti Idul Fitri, Idul Adha dan Maulid Nabi Muhammad SAW, umat Islam di Pulau Bangka turut meramaikan masjid kebanggaan umat Islam Pulau Bangka tersebut.
(sigit/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



