Batam, bimasislam— Batam merupakan kawasan bisnis terpadu dengan berbagai fasilitas mulai dari perkantoran, industri, olahraga, hiburan, hingga peribadahan. Yang menarik, sebagai bagian tak terpisahkan dari kawasan Melayu, fasilitas ibadah di pulau seluas 2.295 km persegi itu dibangun tidak hanya sebagai pelengkap, tapi justru menjadi ikon di daerah free trade zone tersebut.
Salah satu bangunan ibadah yang ikonik di Kota Batam adalah Masjid Agung Batam. Pembangunan Masjid Agung yang berhadapan dengan tulisan raksasa ‘Welcome to Batam’ jelas menunjukkan bahwa otoritas setempat sengaja menjadikan masjid sebagai landmark dari pulau yang terpisah selat 15 KM dari negeri jiran Singapura itu.
Selain sebagai landmark, rumah ibadah yang awalnya bernama Masjid Raya Batam Center itu juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan fasilitas peribadatan penduduk di Kota Batam yang sibuk, khususnya di wilayah Batam Center, Provinsi Kepulauan Riau.Masjid Agung Batam diharapkan menjadi tempat yang representatif, sehingga dapat menjadi sarana yangbaik dalam kegiatan keagamaan warga Muslim, tak hanya WN Indonesia, tetapi juga WN tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Sementara itu sebagai rumah ibadah yang ikonik, keberadaan masjid ini juga diharapkan dapat menunjang dunia pariwisata di kawasan tersebut.
Bangunan Masjid Agung Batam dirancang dengan mengkombinasikan dua bentuk dasar yakni bentuk balok bujur sangkar sebagai badan bangunan dan limas sama sisi yang teriris tiga bagian sebagai kepala bangunan. Dua bentuk ini memiliki filosofinya tersendiri.
Bentuk balok bujur sangkar menyimbolkan sikap kompak dan kokoh sehingga lebih memenuhi syarat untuk fungsi masjid dalam membentuk keimanan yang kuat. Lebih memenuhi syarat untuk bangunan bentang besar/bebas kolom sehingga mampu menampung jamaah shalat lebih besar.
Sementara bentuk limas sama sisi yang teriris menjadi tiga bagian Mempunyai persepsi vertikalisme manuju satu titik diatas sebagai simbol hubungan antara manusia dan Tuhannya; Adapun irisan tiga bagian merupakan simbol perjalanan hidup manusia sebagai hamba Allah dalam tiga alam yaitu alam rahim, dunia dan akhirat.
Masjid Agung Batam berdiri di atas lahan seluas 75 ribu meter persegi, bangunan Masjdi ini dikelilingi oleh gedung perkantoran dan pusat pemerintahan. Dengan ruang shalat lebih dari dua ribu meter, masjid ini dapat menampung hingga 3500 jamaah di bagian dalam, dan 15 ribu jamaah di bagian luar.
Dari segi arstektural, sisi seni dan estetika bisa dilihat dari kaligrafi dan penggunaan lampu gantung yang terbuat dari tembaga. Empat unit lampu gantung itu memiliki 48 bohlam pada tiap unitnya. Kesan megah, kokoh, dan indah terlihat dari lampu yang mengadopsi esensi masjid tersebut.
Kesan estetis juga dapat dilihat di bagian mimbar yang terbuat dari kayu dengan ornamen tembaga. Mimbar tersebut memiliki tiga buah undakan dengan bentuk kerucut terbalik.
Jika ingin menikmati pesona dan keindahan masjid ini, jamaah bisa mengunjungi masjid dengan menara 66 meter tersebut pad amalam hari saat bias lampu malam dari dalam masjid menerobos pada undakan-undakan terbuka di bagian atas, berpadu dengan tulisan raksasa Welcome To Batam di atas bukit.
Umat muslim yang datang ke Masjid Raya Batam tak perlu khawatir dengan area parkir. Masjid ini dilengkapi dengan area parkir yang sangat luas dan bisa untuk lokasi semua jenis kendaraan.
Lokasi parkir kendaraan roda empat dengan kapasitas ±158 kendaraan, bus dengan kapasitas ± 9 kendaraan, dan kendaraan roda dua sepeda motor dengan kapasitas ± 140 kendaraan.
Sementara untuk kendaraan VVIP/VVIP dengan kapasitas ± 8 kendaraan dan parkir di pintu sebelah utara dengan kapasitas ± 20 kendaraan roda empat.
Untuk memudahkan penyandang cacat beribadah di masjid, khususnya pengguna kursi roda, disediakan ramp menuju ruang utama masjid maupun ruang wudhu.
Ramputama yaitu menuju ruang salat utama yang dibangun dengan bahan beton bertulang. Kemiringan ramp yang direncanakan adalah 1:15 atau -/+ 6,9 %. Selain ramp disediakan juga toilet khusus baik untuk pria maupun wanita.
Dengan segala fasilitas tersebut, Masjid Agung Batam berhasil menjadi landmark utama dan menjadi salah satu tujuan wisatawan di pulau Industri tersebut.
(hera-Ira/bimasislam)
Sekretariat Ditjen Bimas Islam
Kemenag Ingatkan Peran Strategis Masjid sebagai Pemersatu Umat
Surabaya, Bimas Islam — Kementerian Agama mengingatkan pentingnya mengoptimalkan peran masjid sebagai pemersatu umat sekaligus pusat dakwah, pendidikan, dan…



